Tuesday, April 7, 2015

MERAMU MAKANAN TERNAK SENDIRI

Berikut harga bahan dasar pakan ternak di pasaran: Sumber (internet)

Medan, Januari 2015: Harga Bekatul Naik Rp. 500 per Kg, dari Rp. 2500 menjadi Rp. 3000,-
Jawa, Juni 2014: Harga Bekatul halus Rp. 3600 per kg
- PAKAN KOSENTRAT BEBEK PEDAGING, protein 30%, harga 250rb/zak 50kg.
- PAKAN KOSENTRAT BEBEK PETELUR, merk star one, protein 35%, harga 285rb/zak 50kg.
Harga Tepung Jagung, Surabaya: Rp. 3750 per Kg
Harga jagung pipil: Rp. 5000 per kg

Komposisi makanan Ayam atau burung puyuh petelor:

1. Konsentrat : 38 %
2. Bubuk Jagung: 20 %
3. Bekatul (Dedak): 40 %
4. Tepung Batu Kapur: 2 %

Dari harga harga tersebut maka kalau dibuat makanan sendiri akan menghasilkan harga per kgnya seperti berikut:

1. Konsentrat = Rp. 1900
2. Bubuk jagung = Rp. 750
3. Bekatul (dedak) = Rp. 1440
4. Tepung Kapur = Rp. 40
5. Ongkos per kg = Rp. 250

Total harga pakan per Kg. jadi Rp. 4.380 bandingkan dengan harga pakan jadi kalau beli karungan harga per 50 kg paling murah Rp. 275.000 atau harga per kg-nya adalah Rp.5.500,- tetapi kualitas belum tentu lebih baik dari buatan kita sendiri.

Harga diatas adalah harga standar masih ada perbedaan harga dengan peningkatan mutu bahan bakunya tetapi kita sendiri bisa menjamin kualitas pakan dan kesehatan ternak yang kita pelihara. Ingat penyakit itu datangnya dari makanan atau pikiran, kalau ternak kita stress juga bisa membuat ternak kita penyakitan selain karena kualitas makanan.

Perbedaan harga 1000 per kg buat peternak adalah sangat besar dan bisa berakibat fatal dalam mengembangkan bisnis mereka, karena peternak untung dari margin penjualan telor atau dagingnya dan harga pakan yang dikonsumsi. Kadang ternak kita makannya rakus tetapi kadang kurang rakus bahkan sering dibuang. Mungkin variasi pakan ada perlu juga dilakukan misa dengan dicampur sayur sayuran sebagai variasi saja.

Harga produknya juga sangat fluktuatif, dan nilai fluktuasinya bisa sampai dibawah harga pakannya sehingga petani merugi, Sedangkan ternak kita tidak bisa dibiarkan kelaparan.

1 comment:

Grahito Trans Indonesia said...

Formula diatas sudah pernah aku coba untuk 50 ekor ayam petelor sampai usia 2 tahun, produksi maksimalnya 85% dan minimalnya 70%. Kendalanya untuk skala besar adalah menjada kesehatan unggas.