Saturday, September 16, 2017

Belajar Search Engine Internet

Memahami Search Engine 

 

Yang pertama kali mengajari search engine itu yang microsoft karena dengan komputer mereka kita sudah mengenal kata search, sehingga kalau kita mau memahami lebih dalam mengenai SEO atau search engine optimization bahasa keren-nya kita pelajari dulu SEO di komputer kita atau SEO menggunakan komputer kita sendiri. 

Ini saya juga sambil menjalankan komputer sendiri he he he,  dan hasilnya sungguh menakjubkan. Jadi kalau pada komputer yang kita punya terutama di aplikasinya microsoft itu kan ada gambar kaca Lup itu yang untuk mencari atau search. Gak usah di insert insert gambar lup ya itu terlalu ribet.

 

Memulai Percobaan Mesin Pencari

 

Untuk memulai percobaan pencarian ini saya coba membuat kata kata lebih dari sepuluh judul file word yang kata depannya adalah "Alamat", jadi ada macam macam nama yang mungkin gak jelas nama apa tapi depannya kata Alamat. 

Setelah saya search di mesin pencari maka keluar hanya 6 buah nama dengan urutan seperti berikut:

 

Search Result

Sekarang timbul pertanyaan mengapa yang muncul keenam kata depan Alamat itu kok random dan tidak berdasarkan Abjad saja. Mengapa bisa begitu??

Nah kemudian saya buka buka lagi artikel alamat yang lain yang belum muncul digambar itu masing masing sekali buka, setelah saya search lagi hasilnya seperti dibawah ini:

 

Nah kenapa masih sama munculnya ya, oh itu ternyata diurutkan berdasarkan date modified. yang paling akhir dimodifikasi muncul di yang paling atas. Kenapa tadi cuma dikit ya oh itu ternyata setingan iconnya pilih yang besar kalau pilih yang detail akan muncul banyak. Dan itu tadi hanya search di My Document saja. Coba kalau search-nya di Drive C: hasilnya seperti dibawah ini:

 

Sekarang munculnya lebih banyak dan analisanya jadi lebih panjang mengapa urutannya begitu? Itu diurutkan berdasarkan jenis dokumen dan sebagainya dan sebagainya. Jadi belajar seach engine di Komputer kita saja bisa runyam dan bisa diatur urutannya berdasarkan apa. Apalagi mesinya google kan servernya banyak jadi malah mau search yang dimana dulu itu yang muncul.

 

Kesimpulan Akhir Search Engine

 

Jadi kesimpulan akhirnya membingungkan soalnya banyak variabel yang bisa diatur dan bisa diubah ubah.

Thursday, September 14, 2017

Cara Mensortir Puyuh Betina dan Jantan

Cara Menghasilkan Telur Fertil


Jadi sebelum kita mensortir anak puyuh jantan dan betina tentunya kita akan menetaskan telur puyuh yang fertil dulu, yaitu telur yang ada bakal embrionya. Tanpa menggunakan telur yang fertil, maka tidak mungkin menetas. Jadi kuncinya adalah puyuh indukan yang akan kita ambil telurnya untuk ditetaskan adalah indukan yang masih muda (usianya dibawah 8 bulan), terutama usia pejantannya.

Setelah kita bisa memproduksi telur fertil dari indukan puyuh yang kita punya maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut. Inti dari bahasan ini adalah kita ingin menghasilkan telur yang fertile atau subur sehingga bisa ditetaskan. Tinggal mencampur 4 betina VS 1 jantan dalam satu kandang mereka akan melakukan prosess kawin kemudian dapat menghasilkan telur fertil yang bisa ditetaskan. Masalah persilangan warna, persilangan jenis, persilangan tidak sedarah, DLL sangat menjadi penentu bagus jeleknya bibit DOQ yang kita ciptakan. Para master puyuh di luar sana masih terus berkutat dalam masalah persilangan untuk mendapatkan hasil bibit yang sangat baik. Intinya, susah-susah gampang dalam proses pembibitan burung puyuh petelur. Masalah perbandingan puyuh ini juga masih dalam pendapat orang saja, karena untuk puyuh jantan muda saya kira perbandingan betina vs jantan bisa dinaikkan lagi.

Memulai Berternak Puyuh untuk Menghasilkan Indukan Puyuh


Kebanyakan peternak pemula lebih memilih bibit DOQ final stock (FS) sebagai awal untuk memulai beternak burung puyuh petelur. FS itu artinya Final Stock yang mana biasanya bibit FS dapat di pastikan minimum 98% adalah betina dengan warna bulu coklat. Final Stock bisa dibeli pada peternak yang sudah professional yang menjual bibit puyuh betina. Jika kita membelinya ke patani tradisional maka belum bisa dipastikan berapa persen betina dan berapa persen jantan bahkan dari warna bulunya belum disa diketahui mana yang betina dan mana yang jantan. Adapun singkatan dari istilah istilah peternakan adalah sebagai berikut:

SS = Standar Stock
GPS = Grand Parent Stock
PS = Parent Stock
FS = Final Stock
SS = Standar Stock

Bibit SS biasanya dihasilkan dari persilangan warna dan jenis yang tidak beraturan. Jika bibit SS dari hasil FS dikawinkan dengan jantan yang warnanya tidak beraturan. Hasilnya pun pada saat setelah proses penetasan jenis kelamin jantan dan betina belum bisa ditentukan melalui warna bulu. Begitupun untuk jenisnya, lebih condong ke jenis yang mana belum bisa deketahui sebelum puyuh berusia remaja.

Biasanya para peternak mencetak bibit SS untuk mendapatkan hasil GPS. Setelah puyuh berusia remaja dan dapat diketahui jenis kelaminnya, baru bisa dilakukan sortir. Sortir dilakukan menjadi 4 bagian yaitu,

1. Memisahkan betina berwarna hitam
2. Memisahkan betina berwarna coklat
3. Memisahkan jantan berwarna hitam
4. Memisahakan jantan berwarna coklat

Untuk amannya dan menghidari kawin sedarah atau satu indukan biasanya kami mencari/membeli puyuh jantan dari peternak lain di luar daerah, dan kalau didapat kamu mencari dari type yang berbeda.

Nah, setelah melalui proses panjang pemilihan, hasil betina SS dapat dikategorikan menjadi GPS dan FS. Gimana membedakannya? Betina coklat dapat dikategorikan menjadi FS, sedangkan betina hitam dapat dijadikan GPS. Betina FS (betina berwarna coklat) kebanyakan hanya dijadikan sebagai puyuh petelur biasa, hasil telurnya hanya dijadikan sebagai telur konsumsi, tidak untuk dikawinkan. Sedangkan betina GPS (betina berwarna hitam) dapat dijadikan sebagai indukan untuk kemudian dikawinkan.

GPS = Grand Parent Stock.
GPS dihasilkan dari pemilah dari persilangan acak warna yang tidak beraturan antara betina FS (betina berwarna coklat) dengan jantan berwarna hitam atupun coklat. GPS dihasilkan dari penyortiran bibit SS yang mana betina berwarna hitam dapat dikategorikan menjadi bibit GPS, walaupun belum belum sepenuhnya menjadi GPS. Dan perlu anda ketahui GPS adalah induk dari PS, PS adalah induk dari FS. Perosesnya memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk proses pemilahan. Jadi Bibit PS jika dikawinkan akan menghsilkan FS.

Mensortir Burung Puyuh Indukan:


Usahakan melakukan pem’breadingan disaat usia betina sudah siap dibuahi jantan. Biasanya kami memilih betina yang telah berusia 4 bulan sejak usia 0 hari, kemudian disilang dengan pejantan muda berusia 2,5 bulan. Jantannya wajib berwarna hitam dan kalo bisa jantannya dicari dari peternak di luar daerah anda. Kemudian betina hitam dan jantan hitam disatukan dalam satu kandang, perbandingannya 4 betina VS 1 jantan. Setelah 2 minggu menunggu kawin dalam kandang telurnya bisa diambil untuk di tetaskan.

Induk puyuh dipisah pisah antara jantan hitam dan jantan coklat dan seterusnya
Indukan Puyuh

Hasil penetasannya pasti akan tetap keluar DOQ berwarna hitam & coklat. Butuh waktu lama untuk menghasilkan DOQ 100% berwarna hitam dan saya rasa mustahil, karena pengalaman saya selama beternak, walaupun sudah jantan & betinanya berwarna hitam tetap saja ada tekstur coklat pada bulu puyuhnya.

Setelah berjalan beberapa bulan hasil persilangan betina hitam dengan jantan berwarna hitam kita bisa langsung mensortir / memilih betina yang tekstur hitamnya lebih dominan ketimbang tekstur coklatnya. kurang lebih jika diperhatikan seekor puyuh betina GPS memiliki warna 85% hitam 15% coklat.

Inilah cikal bakal dari PS. Jadi benang merahnya adalah bibit GPS yang sudah memiliki warna 100% hitam dapat dikategorikan menjadi PS (parent stock).

PS = Parent Stock
bibit GPS (betina hitam) yg telah dikawin silangkan dengan dengan jantan berwarna hitam pekat akan dapat menghasilkan bibit PS/parent stock dengan catatan hasil penetasanan betina berwarna hitam mencapai 98%.

Contoh :
  • Setelah betina GPS (berwarna hitam) telah diseleksi kita kawinkan dengan jantan berwarna dominan hitam.
  • Anggap saja kita ambil sempel 500 butir telur fertile dikumpulkan (maksimal 1 minggu), kemudian masukkan ke mesin penetas. Setelah 17 hari puyuh akan menetas, mudah-mudahan yg menetas semua berwarna hitam. Namun saya rasa amat jarang terjadi.
  • Ok, terlepas dari hitam atau coklat hasil penetasannya, kita anggap penetasan berhasil hanya 70% atau yg berhasil menetas dengan sempurna hanya 350 ekor dari 500 butir.
  • Dari total 350 ekor yg menetas apakah 100% berwarna hitam? Atau ada 1-2 ekor yg berwarna coklat? Atau ada beberapa ekor yg memiliki tekstur warna bulu kecoklatan?
  • Jika 100% yg menetas berwarna hitam, saya ucapkan selamat. Berarti anda telah berhasil memiliki bibit PS.
  • Jika ada 1-2 ekor atau lebih ada yg berwarna coklat, selama tidak melebihi 5% dari hasil penetasan maka boleh dibilang tingkat keberhasilan baru mencapai 95%. Namun betina hitam sudah dapat dikategorikan menjadi PS dengan tingkat keakuratan akan menghasilkan bibit FS 95% s/d 97% (final stock dijamin betina coklat saat baru menetas) jika di kawinkan dengan pejantan berwarna coklat tanpa ada tekstur hitam.
  • Jika hasil penetasan masih ada tekstur berwarna coklat bahkan tekstur coklatnya cukup jelas maka betina hitam tetap dapat dikategorikan sebagai PS namun masih memiliki gen warna coklat. Lakukan pemurnian kembali dengan mencari jantan yg memiliki warna benar-benar hitam.

Menghasilkan Anak Puyuh Jantan dan Betina


Ok, intinya dari semua ini adalah, bibit PS (betina betul-betul berwarna hitam) dapat dihasilkan melalui proses panjang mengawinkan bibit GPS (betina hitam) dangan pejantan berwarna hitam pekat. Nahhh, jika semua proses ini telah dilakukan maka anda akan berhasil membuat bibit PS yg nantinya jika dikawinkan akan menghasilkan FS (Final Stock). Yang mana bibit FS sudah dapat diketahui jenis kelamin jantan dan betina saat baru menetas dengan cara membedakan warna.

Anak puyuh yang sudah melalui persilangan akan langsung bisa dibedakan warna bulunya antara yang jantan dan betina yaitu dari warna bulunya coklat dan hitam
Anak Puyuh


FS = Final Stock
FS/final stock adalah istilah umum untuk bibit puyuh yang sudah dapat diketahui jenis kelaminnya sejak baru menetas dengan metode membedakan warna. Yang mana bila berwarna coklat sudah dapat dipasti berjenis kelamin betina dan yang berwarna hitam sudah pasti jantan. Di atas sudah saya tuliskan bagaimana caranya kita bisa menghasilkan bibit FS.

Umumnya para peternak menjual bibit FS (dari peternak professional) kepada peternak lain atau kepada para pemula yang mau beternak puyuh petelur. Karna memang bibit FS sudah dapat dipastikan tingkat ke akuratannya. kalupun meleset kemungkinannya sangat kecil, paling hanya 3-5% dari jumlah populasi.

Tuesday, September 5, 2017

Metode Penanaman Jamur Merang tanpa Sterilisasi

Berikut ini adalah cerita tentang percobaan penanaman jamur merang yang saya lakukan. Bagi yang suka menanam jamur merang tentu kata tampa sterilisasi menjadi hal yang sangat menarik bukan, karena sterilisasi membutuhkan energi yang sangat besar dan mahal. Apalagi kalau mau melakukan sterilisasi dengan benar. Selama ini sterilisasi jamur merang tradisional yang biasa dilakukan di kumbung kumbung di Indonesia dilakukan hanya dalam waktu 8 jam dalam satu hari saja, ya ini bukannya jelek tetapi kenyataanya banyak petani yang gagal panen. Walaupun bukan hanya faktor sterilisasi saja yang menentukan keberhasilan penanaman jamur merang. Intinya karena modal yang keluar sudah besar tapi hasil minim.

Saya sudah mencoba penanaman jamur merang dengan sterilisasi di rebus, jadi jeraminya direbus dulu selama 1 – 2 jam dengan temperatur yang tentunya bisa lebih dari 100 derajat C. Setelah dimasukkan dalam polibag, saya melakukan percobaan dengan menanam jamur di Polibag yang dilubangi lebih besar besar sehingga jamur bisa tumbul melalui lubang tersebut. Setelah saya tanami jamur (tanpa bibibit beli) dalam waktu 2 minggu yang tumbuh ternyata jamur liar dan hanya ada 1 buah jamur merang yang tumbuh. Hal ini bisa dikarenakan faktor cuaca yang sekarang kurang mendukung, pada bulan ini Agustus – September 2017 sedang musim kemarau panas panasnya di Purwakarta. Walaupun sering saya buat lingkungannya lembab tetapi daya tumbuh jamur merang sangat rendah, karena pada siang hari suhu udara terlalu panas bisa 38 derajat C, dan pada malam hari terlalu dingin bisa 22 derajat C. Dan yang kedua mengapa jamur liar masih tumbuh padahal sudah direbus (dengan uap bukan direndam), bahasa jawanya didang, Ini bisa disimpulkan bahwa jamur liar (coprinus) tidak mati. Saya menanam jamur merang tidak menggunakan bibit beli tetapi benar benar dari jamur merangnya yang diiris tipis dan disebar di permukaan media kemudian ditutup kertas koran. Dalam usia 1 hari semua jamur yang saya sebar sudah tumbuh dan menyebarkan miselium di permukaan media. Tetapi faktor menjadi buah jamur merang ternyata masih sulit.

Percobaan lainya saya menggunakan media yang benar benar tanpa sterilisasi, dengan cara menanam jamur yang sama seperti diatas hanya ada dari jamur dan ada juga yang dengan spora jamur (jamur mekar saya larutkan ke air) yang disiramkan ke media jamur. Setelah 2 minggu jamur liar tentu saja banyak yang tumbuh karena tanpa sterilisasi sama sekali. Saya biarkan tumbuh dan dibersihkan terus setelah 3 hari jamur liar sudah dibuangi dan lapisan atas saya buang dan media saya balik, anehnya kemudian tumbuh jamur merang yang cukup banyak dilapisan bawah tersebut. Saya belum bisa menyimpulkan apakah ini berasal dari spora yang saya siramkan kemudian tumbuh dibawah atau memang jamur merang suka dengan lingkungan yang lebih hangat karena jamur merang lebih suka tumbuh dibagian yang lebih hangat. Di bagian atas lebih disukai oleh coprinus, dan dibagian bawah lebih disukai jamur merang. Media tanam hanya menggunakan jerami saja tidak ditambah macam macam. Jerami sudah dijemur sampai kering selama 2 hari, tetapi yang namanya coprinus tetap nempel di bibit jerami. Jika saya menggunakan bibit beli faktor kegagalan akan bertambah bisa disebabkan bibit yang tidak bagus karena tidak ada penjual bibit jamur merang di Indonesia yang bersertifikasi, dan berani menjamin bahwa yang dia jual adalah benar benar jamur merang, dan tidak bisa dikomplain jika tidak tumbuh.

Percobaan akan terus berlanjut, mungkin bagi para petani yang mau mencoba bisa dilakukan dalam skala kecil dan dengan ruangan yang mungkin lebih terjaga, karena saya benar benar menggunakan tempat seadanya tidak membuat ruangan khusus, tetapi hanya ditutup plastik ditaruh ditempat yang tidak terkena panas dan hujan, tetapi masih terbuka artinya terkena efek panas maupun dingin udara dari luar. Oh ya sterilisasi dengan uap panas kalau di Indonesia hanya dilakukan dalam waktu 8 jam tetapi kalau lihat video di negara lain yang sudah modern membudidayakan jamur merang proses steam ini dilakukan dalam waktu 5 hari, nah ini benar benar gak ada jamur liar yang tumbuh. Kalau kita hanya sterilisasi 8 jam apa itu cukup? Saya kurang tahu pasti, bagaimana pendapat petani yang menggunakan media jerami khususnya. Kalau menggunakan media kerta dan kardus bekas itu beda lagi karena gak akan ada jamur coprinus paling juga yang tumbuh adalah jamur oncom karena mereka mencampur media dengan bekatul yang sangat disukai jamur oncom. Jamur oncom ini juga sangat merusak media dan bibit jamur, yang pertumbuhannya sangat cepat.

Air beras juga sangat disukai jamur oncom, jadi kalau memang mau memupuk sebaiknya diatus dosisnya kalau berlebih malah bisa merusak miselium jamur merang yang sudah tumbuh. Pada percobaan selanjutnya saya melakukan sterilisasi tetapi bukan dengan uap panas tetapi direndam dengan bahan kimia, hasilnya tunggu saja ya, nanti akan saya ceritakan disini. Untuk bisa mengambil kesimpulan bagaimana menanam jamur merang yang efektif dan menguntungkan sangat sulit karena masih terlalu banyak varibel yang mixed up (istilah inggrisnya) ya untuk sementara masih disebut sebagai kesimpulan sementara, belum kesimpulan akhir. Kata yang tepat di dunia penelitian. Gambar ntar menyusul saja....

Monday, February 27, 2017

Jual Embrio Puyuh dan Telor Tetas

Embrio burung Puyuh biasa digunakan sebagai umpan memancing ikan lele dan patin. Biasanya digunakan sebagai umpan pada saat memancing ikan tersebut karena baunya yang amis sehingga mengundang ikan untuk memakan umpan tersebut.

Embrio ini juga sering digunakan sebagai umpan pada lomba memancing ikan lele Dan patin pada pemancingan galatama yg memasukkan ikan lele dan patin ke kolam pemancingan mereka. 

Bagi yg memerlukan embrio burung Puyuh maupun telor tetas burung puyuh bisa memesan ke saya di 081909596639. Tentunya harus pesan dahulu karena stok terbatas. Saya memproduksi setiap hari Jadi penyrdiaan barang akan disesuaikan berdasarkan nomor urut pesenan.  Harga tergantung Jumlah pesenan makin banyak harga bisa diskon sedikit. 


Sunday, August 7, 2016

Belajar Memelihara Burung Puyuh

Dalam blog ini saya sudah menulis tentang budidaya ikan gurame berikut dengan bermacam macam kesulitannya dalam memelihara ikan gurame dari telor. Saya juga sudah mencobanya dari menetaskan telor sampai mencapai gurame dewasa hanya saja tidak sampai bertelor. Mengapa kok kemudian jadi menulis tentang budidaya burung puyuh, ini bukan tiba tiba saja berubah dan tanpa sebab. Setelah beberapa kali mencoba ternyata anak anak ikan gurame akan cepat besar jika kolamnya dipupuk dengan kotoran burung puyuh tetapi jangan berlebihan karena kalau terlalu banyak masuk ke dalam kolam ikan gurame akan mati keracunan karena terlalu busuk airnya. Malahan jika bisa mengatur dengan pas dalam memelihara ikan gurame tidak perlu membeli makanan karena sudah disuply dengan kotoran burung puyuh. Selain itu juga bisa diterapkan untuk memelihara larva ikan patin, hasilnya memang tidak terlalu memuaskan dari 100 ribu larva ikan patin baru bisa hidup 5000 ikan patin tanpa perlu diberi makanan tambahan sampai usia benih dijual.

Buruang Puyuh
Nah setelah mencoba untuk belajar memelihara burung puyuh sendiri, baru permasalahan baru dalam memelihara burung puyuh timbul seperti masalah kotoran burung yang menumpuk, bau yang menyengat, ukuran telor yang tidak seragam, memberi makanan yang merepotkan, membuang kotoran yang bikin capek, memberi minuman yang bikin capek sampai bagaimana memisahkan puyuh jantan dan betina, bagaimana mengenali telor fertil dan non fertil. Banyak hal yang tidak sulit tetapi kalau belum pernah mengenal dan belajar tentunya akan awam dan tentu saja jadi gak tahu.

Nah dari banyak masalah yang timbul kemudian kita selesaikan satu per satu, ternyata yang paling merepotkan adalah masalah kotoran burungnya. Sehingga kemudian perlu untuk mencoba berbagai cara untuk memanfaatkan kotoran burung ini agar tidak menumpuk. Antara lain mencoba membuat pupuk cair dari kotoran burung, membuat kompos dari kotoran burung, menanam bawang merah di Polybag, menanam kangkung di atas stereroform dan lain sebagainya. Itu semua dalam rangka mengolah dan memanfaatkan kotoran burung puyuh. Tentu tidak semua percobaan tersebut berjalan sukses ada beberapa yang tidak berhasil tetapi beberapa berhasil dicoba dan memanfaatkan kotoran burung puyuh.

Kotoran Burung Puyuh
Jadi dalam belajar memelihara burung puyuh yang jumlahnya ribuan tidak memerlukan tempat yang luas tetapi membutuhkan lahan yang luas buat memanfaatkan kotorannya, nah ini yang bisa menjadi kendala dan mahal harganya. Bisa bisa usaha kita berhenti ditengah jalan gara gara dikomplen warga. Jadi sebelum kita benar benar ingin membesarkan usaha burung puyuh ini kita harus bisa menyelesaikan permasalahan yang akan timbul nantinya. Kita tidak bisa mengandalkan orang lain yang akan mengambil kotorannya karena begitu mereka berhenti mengambil, burung kita akan tetap mengeluarkan kotoran setiap harinya.

Friday, July 15, 2016

Belajar Menanam Bawang Merah

Dalam belajar menanam bawang merah ini aku menggunakan beberapa tempat yang berbeda, yaitu:

1. Menggunakan polibag ukuran 15 cm
2. Menggunakan kaleng bekas cat 5 kg
3. Menggunakan plastik aqua bekas tapi ini yang agak besar dikit
4. Dibiarkan di tanah yang bercampur pupuk lembab.

Media yang digunakan semuanya mirip mirip, tanah + kompos + arang sekam + pasir sedikit. Jadi dalam percobaan ini saya belum membeda bedakan media, hanya tempatnya saja yang berbeda karena ukurannya yang berbeda, sedangkan treatment pemupukan nantinya adalah sama, semua menggunakan pupuk cair buatan sendiri dari kompos kotoran burung puyuh dan sedikit pupuk NPK.

Percobaan dimulai tanggal 5 Juli, penanaman ada yang tanggal 5 Juli dan ada yang 7 Juli, serta ada yang tanggal 9 Juli.

Hasil yang sudah didapat:

  1. Akar bawang akan tumbuh pada hari ke 3 secara rata rata pada beberapa tanaman sama hanya jika media terlalu basah pertumbuhan akar akan terganggu dan akan lebih lembab dan malah bisa gak jadi tumbuh dan busuk.
  2. Pertumbuhan akar bawang akan bisa teramati jika ditanam di plastik aqua bekas bisa dilihat pada gambar dibawah.
  3. Daun bawang baru mulai keluar setelah tanaman berusia 10 hari yaitu pada hari ini tanggal 16 Juli 2016 seperti terlihat pada gambar dibawah.





Bawang Merah Usia 1 Minggu Tanam

Bawang Merah Usia 10 hari tanam

Dengan memotong bagian ujung bawang merah pertumbuhan daun bisa lebih cepat sekitar 5 hari sudah terlihat mulai tumbuh asalkan beberapa persyaratan bisa terpenuhi seperti:
  1. Kelembababan media tanam sesuai dalam hal ini tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, jadi kalau dilahan terbuka hal ini akan susah terjadi karena hujan dengan bebas bisa menerpa tanaman yang baru ditanam sehingga malah menghambat pertumbuhan daun pertama.
  2. Media tanam sudah cocok untuk tumbuhan dalam hal ini kompos sudah benar benar jadi sehingga dapat menyatu dengan tanah dan bersifat menyuburkan tanah, apabila kompos belum jadi maka dapat saja menghambat pertumbuhan akar sehingga daunpun akan lambat tumbuhnya. Umbi bawang yang ditanam bisa saja malah mati karena kompos masih mengeluarkan gas gas yang membusuk.
  3. Bibit yang kita tanam memang kualitasnya masih bagus jadi memenuhi persyaratan sebagai bibit, jika bibit terlalu tua atau terlalu muda bisa saja jadi lebih lama tumbuhnya.
Gambar diatas saya ambil tanggal 16 Juli 2016 pagi hari belum terlihat terlalu jelas daun yang tumbuh kira kira baru 0,5 cm dan pada hari ini tanggal 17 Juli 2016 malam jam 19:00 saya ukur daun bawangnya sudah setinggi 4,5 cm pertumbuhan yang sangat cepat. dalam 36 jam sudah bertambah 4 cm, jadi pertumbuhannya 1 cm per 9 jam. Sedangkan pada tanggal 18 Juli 2016 jam 20:00 panjangnya sudah mencapai 7 cm jadi sudah nambah 2,5 cm.

Hal yang sering terjadi pada penanaman umbi bawang merah yaitu akar sudah tumbuh tetapi pertumbuhan daun terhambat karena bagian atas sudah mulai membusuk, ini bisa terjadi disebabkan karena kondisi media tanam yang tidak cocok atau terlalu basah atau umbi terkena siraman air bisa juga air hujan sehingga bagian atas sudah mulai membusuk. Jika hal ini terjadi daun akan cepat tumbuh jika bagian atas yang membusuk dipotong sehingga daun akan mudah untuk keluar dari umbi. Untuk penanaman skala kecil kita bisa dengan mudah mengontrol penanaman bawang dengan terlebih dahulu membiarkan bagian akar tumbuh yaitu sekitar 3 hari, baru pada hari ke 4 bagian atas dipotong seperti pada gambar dibawah. Saya memotong bagian atas karena terlihat membusuk dan daun sulit untuk tumbuh, setelah dipotong dalam satu hari sudah terlihat pertumbuhan daun. Jadi penanaman bawang sebenernya bisa dipercepat dengan menumbuhkan daun pada hari ke 5 setelah tanam umbi.

Ujung Umbi dipotong setelah 3 hari

Apakah bawang akan bisa tumbuh besar di semua media? Bagaimana pertumbuhannya?  kita lihat nanti bersama pada blog saya selanjutnya.

Hasil yang didapat setelah dipanen sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan bawang merah yang ditanam di media terbatas seperti dalam gelas plastik (lebih besar dari aqua gelas) memang masing bisa tumbuh dengan subur dan dapat berbuah, tetapi tidak akan maksimal walaupun kita pupuk dengan pupuk organik cair dari larutan kompos kotoran puyuh dan dicampur NPK. Buah yang dihasilkan kurang maksimal dan perkembangan jadi terbatas karena tempat yang terbatas tentunya.
  2. Penanaman dalam polybag atau pot dengan ukuran yang lebih besar akan dapat menghasilkan pertumbuhan bawang yang maksimal karena ternyata bawang merah bisa berkembang sampai menjadi 10 cabang (buah) walaupun pada bawang bawang yang kecil akan bercabang hanya 4 dan bahkan hanya 2 saja. Bisa dilihat pada gambar dibawah.
Rumpun Bawang Merah


Nah itu gambar bawang yang sudah dipanen, lumayan agak besar besar, tetapi selain volume media yang berpengaruh terhadap besarnya buah bawang, ternyata bawang ini dipengaruhi musim. Pada musim kemarau buahnya kecil kecil bukan karena masalah kurang supply air tetepai juga karena memang cuaca yang panas sangat mempengaruhi pertumbuhan bawang, sehingga kalau kita beli bawang pada musim kemarau rata rata buahnya kecil kecil. Nah sekarang (Oktober) sudah musim hujan kalau kita beli di pasar banyak yang buahnya besar besar, nah ini dia hasil panenan di musim hujan.



Hal lain yang ingin saya coba mengenai tanaman bawang ini adalah bagaimana jika bawang ditanam dari tanaman yang sudah tumbuh, yaitu dengan memecah rumpun bawang merah yang sudah tumbuh dan membentuk umbi kemudian kita pecah pecah ke tempat yang baru apakah hasilnya bagus. Mari kita coba....

Dibawah ini adalah asal rumpun bawang merah seperti gambar diatas yang ada keterangannya rumpun bawang merah.

Kebetulan dari bawang merah yang sudah tumbuh di bekas kaleng cat diatas beranak menjadi 10 anak bawang merah jadi sebagian dipanen sedangkan sebagian lain dipindah ketempat yang baru menjadi seperti dibawah ini.


Perbanyakan dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2016, apakah akan berbuah dan seberapa cepat akan membentuk umbi bawang yang baru, lebih lama apa lebih cepat? Coba kita tunggu bersama.....

Selamat mencoba ..................

Monday, July 4, 2016

Buku Panduan Pemeliharaan Burung Puyuh

Saya mencoba akan mengulas mengenai buku panduan memelihara burung puyuh yang sudah saya baca dan sudah mencoba menerapkannya dalam percobaan menernakan burung puyuh dari mulai menetaskan telor puyuh sampai membuat indukan burung yang berkualitas menurut kriteria tertentu.

Saya sudah menjalani selama kurang lebih Satu Setengah tahun dalam melakukan percobaan memelihara burung puyuh ini, dari burung puyuhnya, jenis makanannya, kandangnya, sarana pemeliharaan seperti tempat minum tempat telor, lingkungan pemeliharaan burung puyuh, percobaan dengan cuaca yang ekstrim,  tempat pembuangan kotoran yang praktis sampai mencoba menseleksi indukan untuk dijadikan induk burung puyuh petelor sekaligus yang disukai jika dipotong karena beratnya cukup besar yaitu 3 ons. Buku panduan pemeliharaan burung puyuh dan bacaan dari beberapa sumber di Internet tentang belajar budidaya burung puyuh saya jadikan referensi dalam percobaan saya ini.

Dengan pengalaman yang sudah saya jalani dan dengan melakukan pencatatan tentunya sehingga data bisa dibandingkan, dengan waktu Satu Setengah tahun bukanlah menjadi seorang yang sudah ahli dalam memelihara burung puyuh tetapi justru semakin tahu ada banyak hal lain yang perlu dicoba, dan ini masih membutuhkan waktu paling tidak 2 atau 3 tahun lagi baru bisa dibilang ahli dalam memelihara burung puyuh.

Banyak peternak memelihara burung puyuh tapi tidak melakukan experiment, atau bahkan tidak berani melakukan eksperimen karena takut rugi atau takut tidak bertelor, sehingga walaupun bertahun tahun memelihara burung puyuh mereka masih tetap amatir, berbeda dengan percobaan dengan macam macam metoda mereka malah jadi semakin paham akan kelemahan dan banyak hal yang harus dikembangkan dan semakin ahli dalam memelihara burung puyuh maupun ternak yang lain.

Bagi para pebisnis jangan sekali kali langsung mencoba bisnis berternak ataupun berkebun dalam skala besar hanya berdasarkan buku panduan yang dibeli di Toko Buku, karena sebagian besar dari buku tersebut hanya berdasarkan pengamatan, jadi bukan berdasarkan pengalaman maupun percobaan, sehingga buku buku tersebut sama sekali belum bisa dijadikan pegangan dalam budidaya apapun. Karena buku buku tersebut masih sangat dasar tapi tidak mendasar, banyak sekali point point penting dan sangat krusial yang belum ditulis dalam buku buku tersebut sehingga jika dijadikan panduan bisa berakibat fatal karena rugi besar. Mengikuti cara cara petani tradisional juga kita harus hati hati karena mereka tidak pernah melakukan percobaan dalam skala kecil yang mudah diamati dan disimpulkan, mereka hanya praktek budidaya dan seringkali hasilnya tidak memuaskan.

Berkebun itu lebih rumit dari pada beternak karena rentang waktunya dari mulai tanam sampai berbuah lebih lama dibanding misal berternak burung puyuh yang hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan dari mulai penetasan telor sampai burung bertelor. Sedangkan tanaman rata rata butuh waktu semai 1 bulan dan waktu tanam sampai berbuah butuh waktu 3 bulan jadi total waktunya 4 bulan minimal. Juga dalam bertanam variabelnya lebih banyak dibanding berternak, ternak burung tidak bergantung pada musim sedangkan tanaman sangat bergantung pada musim, sehingga dalam satu tahun hanya punya kesempatan pada musim tertentu saja untuk bisa bertanam, sehingga pengetahuan akan tanaman tersebut menjadi terputus dan menunggu. Bagi petani biasa hal ini tidak akan berkesinambungan sehingga pengetahuan bertaninya akan minim sekali. Mereka hanya melakukan penanaman dengan cara cara yang seperti biasa mereka lakukan walaupun berganti musim, sehingga hasilnya tidak optimal, sedangkan buku petunjuknyapun tidak ada yang sempurna.

Sebenarnya untuk tanaman skala luas seharusnya hanya mengikuti musim saja dan tidak bisa dipaksakan untuk menanam karena hasilnya tidak optimal. Sebenarnya petani juga sudah paham tetapi mereka tidak punya pilihan lain sehingga tetap menanam tanaman tersebut pada musim yang tidak cocok sehingga hasilnya bisa gagal panen. Pada masa masa sulit sebenarnya petani mending melakukan pencegahan terhadap kegagalan panen yang lebih ketat dengan skala tanam yang lebih sempit sehingga lebih mudah dikontrol dan kemungkinan kerugian menjadi kecil.

Nah sekian saja sedikit petunjuk mengenai penduan dalam beternak burung puyuh maupun dalam bertani, mudah mudahan bermanfaat.