Tuesday, July 14, 2015

Membuat Pupuk Tanaman Hidrophonik – Ramuan 2

Setelah kita belajar Formula pupuk hidroponik - Ramuan 1. Selanjutnya kita mempelajari makna dari beberapa model formula pupuk hidroponik berikut.



Setiap tanaman membutuhkan unsur unsur mikro dan makro yang terpenuhi untuk bisa hidup dengan sempurna. Unsur Makro yang dimaksud adalah Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium, Magnesium dan Sulfur. Sedangkan unsure mikro yang dimaksud adalah Besi, klor, Mangan, Seng, Boron dan Molibdenum. Sedangkan pH air yang disukai tanaman adalah antara 5.5 sampai 6.5.
Di pasaran sudah terdapat pupuk yang diperuntukan buat tanaman hidroponik namanya Pupuk AB mix. Tapi harganya lumayan mahal, yaitu antara Rp. 80 ribu sampai Rp. 110 ribu yang untuk dilarutkan dalam 1000 liter air. Sedangkan jika membuat sendiri harganya hanya sekitar Rp. 30 ribu sampai Rp. 45 ribu.

Formula jika membuat sendiri adalah sebagai berikut:
Formula Hidroponik I
Formula berikut untuk digunakan dalam 10 liter larutan hidroponik:
  • 10 gram pupuk KCl (1 sendok makan)
  • 5 gram pupuk Gandasil D (atau Growmore hijau)
  • 10 liter air sumur
  • 1 ember plastic bekas air mineral kemasan
  • Timbangan
Cara membuat ramuan:
  • Isi 3 gelas plastic masing masing dengan 100 ml air (1/2 gelas plastic)
  • Larutkan pupuk NPK, pupuk KCl, dan pupuk Gandasil ke dalam masing masing gelas plastic. Pastikan masing masing pupuk terlarut sempurna.
  • Campurkan ketiga larutan dalam ember, tambahkan air hingga mencapai volume 10 Liter. Aduk aduk larutan hingga tercampur sempurna.
  • Formula di atas sudah cukup untuk pertumbuhan vegetative (pertumbuhan tunas) tanaman sayur seperti sawi dan kangkung. Pada pertumbuhan vegetative tanaman cabai, anda dapat menambah 10 gram pupuk urea, dan untuk beberapa tanaman seperti tomat, terong dan mentimun dianjurkan untuk menambahkan jumlah pupuk urea sekitar 15-20 gram ke dalam larutan tersebut.
  • Formula untuk pertumbuhan generative (untuk pembuatan bunga dan buah) pada tanaman buah, sebaiknya komposisi pupuk urea dikurangi sekitar 50% (menjadi 5 gram per 10 liter larutan (untuk cabai) dan 7 – 10 gram per liter pada tomat, terong, dan mentimun, sedangkan pupuk NPK ditambah 50% (15 – 30 gram per 10 Liter larutan) dan pupuk Gandasil D diganti Gandasil B (atau growmore merah).

Formula Nutrisi Hidroponik II
Dibuat untuk 1000 liter larutan:
  • Komposisi A : 1176 gram Kalsium Nitrat, 616 gram Kalium Nitrat, 38 gram Fe EDTA
  • Komposisi B : 335 gram Kalium dihidrofosfat, 122 gram Amonium sulfat, 36 gram Kalium sulfat, 790 gram Magnesium sulfat, 0,4 gram Cupri sulfat, 1,5 gram Zinc sulfat, 4 gram Asam borat, 8 gram Mangan sulfat, 0,1 gram Amonium hepta molibdat
  • 2 wadah larutan (A dan B) kapasitas 20 liter
  • Air
Cara Membuat :
  • Larutkan komposisi secara terpisah (A dan B) masing-masing dalam 5 liter air. Aduk perlahan hingga larut dengan menambahkan air sedikit demi sedikit hingga volume mencapai 20 L (komposisi A dan B masing-masing 20 L). Larutan ini akan menjadi larutan stok.
  • Jika anda akan membuat 10 liter larutan nutrisi, ambil 200 ml larutan stok A dan 200 ml larutan stok B. Campur kedua larutan A dan B dalam 9600 ml air (9,6 liter air). Bahan-bahan untuk formula ini bisa anda peroleh di took-toko bahan kimia.
C. Larutan Hidroponik III

Bahan dan Alat :
  • 1 karung kotoran ayam/kambing, cuma kalau saya lagi coba dari kotoran burung puyuh.
  • ½ karung dedak/bekatul
  • 30 kg jerami (boleh diganti dengan dedaunan yang lain seperti daun polong2an (lamtoro), daun sirsak, dll.)
  • 100 gram gula merah
  • 50 ml bioaktivator (EM1, EM4, GP-1)
  • Air bersih
  • Ember atau wadah plastik kedap udara (yang memiliki tutup) kapasitas 100 liter
  • Selang aerator transparan (diameter 0,5 cm)
  • Botol plastic air mineral bekas a volume 1 liter
Cara Pembuatan
  • Tutup wadah diberi lobang seukuran selang
  • Iris atau potong halus bahan-bahan organic (jerami/dedaunan). Campur rata dengan kotoran ayam/kambing. Dan dedak. Catatan, pupuk organic fase generative (untuk pembentukan buah) dapat mengganti jerami/dedaunan dengan kulit buah/sampah buah/sekam padi.
  • Masukkan campuran ke dalam wadah plastic kedap udara, tambahkan air dengan perbandingan campuran bahan organic : air = 2:1
  • Aduk campuran bahan organic pupuk perlahan-lahan hingga semua larut dengan baik.
  • Larutkan bioaktivator dan gula merah ke dalam 5 liter air, aduk rata.
  • Campurkan larutan pupuk organic, bioaktivator dan gula merah ke wadah plastic kedap udara.
  • Tutup rapat wadah, masukkan selang aerator pada tutup. Pastikan tidak ada celah pada wadah (anda bisa menutup celah dengan plester rekat) baik pada tutup wadah dan celah lubang selang aerator.
  • Ambil botol plastic bekas. Isi air ¾ bagian. Masukkan selang aerator (sisi yang lain) ke dalam botol. Proses berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah stabilizer suhu dan penghantar gas buangan dari wadah ke botol air mineral.
  • Diamkan campuran bahan 7-10 hari. Sukses bila larutan pupuk organic cair dan anda telah mencium aroma hasil fermentasi dari wadah (kayak tape).
  • Setelah tahap fermentasi selesai, saring larutan dengan penyaring kain. Pupuk organic cair siap digunakan. Ampas larutan dapat dijadikan pupuk organic padat. 1 L pupuk organic cair dapat dicairkan (ditambah 99 liter air) menjadi 100 L larutan.

1 comment:

Grahito Trans Indonesia said...

ramuan pupuk cair organik yang murah kalau saya sih cuma tai puyuh direndam seminggu campur sedikit NPK kemudian disiram siramkan ke tanaman. Subur tuh tapi memang masih bau sih.