Ini percobaan saya dalam satu minggu ini. Biasanya saya tidak terlalu mengamati jumlah telor puyuh saya, tapi saya ingin tahu produktivitas puyuh saya:
Berapa persen puyuh bertelur setiap harinya. Maka saya pisahkan puyuh betina muda dalam kandang terpisah sebanyak 25 ekor. Kemudian saya hitung jumlah telornya setiap hari.
Setelah saya lakukan pengamatan hasilnya seperti ini:
Hari ke 1 jumlah telor 25
Hari ke 2 jumlah telor 25
Hari ke 3 jumlah telor 25
Hari ke 4 jumlah telor 27
Hari ke 5 jumlah telor 27
Hari ke 6 jumlah telor 26
Anehnya jumlah telor pada hari ke 4 dan 5 bukanya menurun tapi malah melebihi jumlah puyuh yang ada. Ini berarti siklus pembentukan tekor puyuh tidak sampai 24 jam tapi kurang dari 24 jam.
Puyuh muda bisa dibilang sangat produktif karena bisa bertelor terus setiap harinya. Mungkin nanti ada waktu istirahat tidak bertelor cuma akan bergantian tp saya belum sampai ketemu hari tersebut. Nanti setelah ada catatan berikutnya data akan saya update lagi. Demikian catatan saya dalam percobaan puyuh.
Nah sayangnya pada hari ke 7 saya gak sempet ambil telurnya jadi gak dihitung lagi. Tapi intinya puyuh2 muda sebenernya sangat produktif kalau di rata2 produktivitas nya bisa lebih dari 95%.
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Puyuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Puyuh. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Juli 2019
Kamis, 04 Juli 2019
Cara Berternak Puyuh Agar Untung
Judul diatas adalah judul inti yang harus dicermati oleh setiap peternak puyuh atau bagi calon peternak puyuh, karena tujuan dari berternak puyuh dengan tujuan ekonomi tentunya adalah bagaimana agar berternak puyuh bisa untung. Tetapi keuntungan adalah merupakan tujuan utama dan tujuan akhir dari suatu usaha apapun yang sebetulnya selalu tidak mudah untuk didapat. Padahal setiap jenis usaha bisa merugi bahkan selalu merugi bagi pengusaha baru pada umumnya. Sangat jarang pengusaha yang langsung bisa untung walaupun bukan suatu hal yang tidak mungkin.
Karena judulnya adalah agar untung maka tujuan utamanya adalah keuntungan. Jadi kalau anda pelihara burung puyuh hanya untuk kesayangan saja atau untuk didengarkan suaranya saja maka tidak termasuk dalam artikel ini.
Ada beberapa jenis usaha yang berkaitan dengan ternak burung puyuh yang menguntungkan antara lain:
Semua jenis usaha diatas tentu saja berasal dari satu sumber yaitu bertenak puyuh. Yang paling sulit untuk memperoleh keuntungan adalah yang margin keuntungannya kecil yaitu telor konsumsi. Marilah kita mencoba mengukur harga produksi telor untuk jenis usaha yang paling kritis yaitu menjual telor konsumsi.
Biaya Produksi Telor Puyuh per Butir
Biaya untuk memproduksi satu telor puyuh dari satu induk diperkirakan Rp. 178 per butir. Ini dihitung dari harga pakan per karung saat ini adalah Rp. 325.000 per karung atau per 50 kg. Jadi harga per kg pakan adalah Rp. 6500. Satu ekor puyuh membutuhkan pakan 22 gram per hari atau 0,022 gram per hari dikonversi menjadi Rp. 143. Karena tidak semua puyuh bertelor setiap hari, diprediksi produksi telor per hari 80 persen atau 0.8 sehingga harga telor menjadi Rp. 143/0.8 = Rp. 178,75. Maka modal dasar harga jual per kg sekitar Rp. 16.981, dengan asumsi jumlah telor per kg adalah 95 butir. Permasalahanya terkadang produksi telor puyuh tidak mencapai 80 persen tetapi hanya 75 persen sehingga biaya produksi telor per butirnya menjadi 143/0.75 = Rp. 190,6 dan harga pokok per kgnya menjadi Rp. 18.113. Semakin produksi telornya kurang maka harga dasarnya akan naik dan margin keuntungannya semakin tipis.
Jadi jumlah pakan yang dikonsumsi akan setara dengan jumlah puyuh yang anda pelihara, semakin banyak pejantan yang anda pelihara maka persentase produksi telor menjadi semakin kecil, karena dihitung dari populasi puyuh secara total. Misalnya begini karena anda ingin agar telornya bisa ditetesin maka di dalam kandang ada jantan dengan perbandingan 1 jantan 5 betina jadi kalau ada 100 ekor betina akan ada 20 ekor jantan. Misalnya betina bertelor 80 persen karena ada jantan maka persennya akan menjadi turun yaitu hanya menjadi 66,6 persen otomatis harga dasar telornya menjadi mahal yaitu 143/0,66 = Rp. 216,6 per butir atau Rp. 20.500 per kg. Apalagi kalau hanya bertelor 75 persen harga dasar telornya akan jauh lebih mahal.
Jadi bagaimana berternak puyuh agar untung sudah menjadi rumit masalahnya, ini belum seberapa ada banyak hal lain yang sangat berpengaruh terhadap biaya produksi telor puyuh, yang hasil akhirnya sangat ajaib harga produksi telor puyuh anda sama dengan harga beli eceran di pasar.
Nah sekarang bagaimana jika Puyuh betina sering mati jelas ini akan mempengaruhi proyeksi keuntungan anda dan tentu saja akan semakin lama kembali modalnya. Apalagi kalau ada pejantan di kandang anda jelas prosentase produksi telor menjadi turun dibandingkan populasi puyuh dalam kandang.
Kapan bisa Kembali modal
Berapa sebenarnya harga telor puyuh per butir di Pasar. Kalau di pasar Cikampek harga jual telornya adalah Rp. 24.000 per kg atau Rp. 252 per butir. Jadi kalau harga dasar produksi anda Rp. 216 per butir maka anda hanya dapat untung Rp. 36 per butir. Maka jika anda beli bibitnya harga Rp.2000 per ekor, maka akan balik modal setelah bertelor selama 70 hari ditambah lagi biaya pakan untuk 2 bulan sebelum bertelor, nah ini belum pernah saya hitung. Kalau dihitung rata rata sampai bertelor butuh 12 gram per hari selama 2 bulan maka untuk kembali modal butuh waktu 130 hari atau totalnya menjadi 200 hari sama dengan 6,6 bulan. Sedangkan puyuh anda secara efektif akan bertelor hanya selama 1 tahun. Jadi anda hanya punya waktu untung selama 5,4 bulan saja. Jika banyak puyuh betina yang mati maka hitungannya akan lebih panjang lagi mungkin akan balik modal setelah 8 bulan.
Ini sangat berbeda jika harga dasar telor anda adalah Rp. 178 maka anda dapat untung Rp 74 per butir. Maka anda dapat kembali modal dalam waktu 90 hari atau 3 bulan saja, dan anda punya waktu untuk memperoleh keuntungan lebih panjang lagi yaitu sekitar 9 bulan. Berarti waktu hitungan 3 bulan kembali modal adalah yang paling cepat sedangkan waktu paling lambat bisa sampai puyuh anda mati semua belum kembali modal. Inilah yang menyebabkan peternak puyuh jarang yang berhasil.
Efisiensi Peternak Puyuh
Untuk meningkatkan keuntungan usaha ternak puyuh akhirnya adalah membuat supaya biaya produksi telor puyuh menjadi lebih murah yaitu dengan efisiensi disegala bidang. Sedangkan hal hal yang bisa diefisienkan atau ditekan sehingga lebih menguntungkan adalah hal hal berikut.
Keempat hal diatas membutuhkan penelitian tersendiri sehingga bisa memperoleh hal hal yang diinginkan dan menghasilkan produksi yang efektif dan efisien. Hasil akhirnya adalah anda mungkin bisa menghasilkan keuntungan lebih tinggi dan waktu kembali modal yang lebih cepat. Sehingga anda bisa menjual harga telor yang lebih kompetitif. Sekian terima kasih.
Karena judulnya adalah agar untung maka tujuan utamanya adalah keuntungan. Jadi kalau anda pelihara burung puyuh hanya untuk kesayangan saja atau untuk didengarkan suaranya saja maka tidak termasuk dalam artikel ini.
Ada beberapa jenis usaha yang berkaitan dengan ternak burung puyuh yang menguntungkan antara lain:
- Memelihara burung puyuh untuk diambil telor sebagai telor konsumsi.
- Memelihara burung puyuh untuk memproduksi embrio puyuh yang biasa digunakan untuk para penggemar memancing, sering disebut juga telor puyuh tapuy.
- Memelihara burung puyuh untuk menghasilkan doc puyuh atau puyuh anakan.
- Memelihara burung puyuh untuk menghasilkan puyuh indukan dan kemudian dijual.
Semua jenis usaha diatas tentu saja berasal dari satu sumber yaitu bertenak puyuh. Yang paling sulit untuk memperoleh keuntungan adalah yang margin keuntungannya kecil yaitu telor konsumsi. Marilah kita mencoba mengukur harga produksi telor untuk jenis usaha yang paling kritis yaitu menjual telor konsumsi.
Biaya Produksi Telor Puyuh per Butir
Biaya untuk memproduksi satu telor puyuh dari satu induk diperkirakan Rp. 178 per butir. Ini dihitung dari harga pakan per karung saat ini adalah Rp. 325.000 per karung atau per 50 kg. Jadi harga per kg pakan adalah Rp. 6500. Satu ekor puyuh membutuhkan pakan 22 gram per hari atau 0,022 gram per hari dikonversi menjadi Rp. 143. Karena tidak semua puyuh bertelor setiap hari, diprediksi produksi telor per hari 80 persen atau 0.8 sehingga harga telor menjadi Rp. 143/0.8 = Rp. 178,75. Maka modal dasar harga jual per kg sekitar Rp. 16.981, dengan asumsi jumlah telor per kg adalah 95 butir. Permasalahanya terkadang produksi telor puyuh tidak mencapai 80 persen tetapi hanya 75 persen sehingga biaya produksi telor per butirnya menjadi 143/0.75 = Rp. 190,6 dan harga pokok per kgnya menjadi Rp. 18.113. Semakin produksi telornya kurang maka harga dasarnya akan naik dan margin keuntungannya semakin tipis.
Jadi jumlah pakan yang dikonsumsi akan setara dengan jumlah puyuh yang anda pelihara, semakin banyak pejantan yang anda pelihara maka persentase produksi telor menjadi semakin kecil, karena dihitung dari populasi puyuh secara total. Misalnya begini karena anda ingin agar telornya bisa ditetesin maka di dalam kandang ada jantan dengan perbandingan 1 jantan 5 betina jadi kalau ada 100 ekor betina akan ada 20 ekor jantan. Misalnya betina bertelor 80 persen karena ada jantan maka persennya akan menjadi turun yaitu hanya menjadi 66,6 persen otomatis harga dasar telornya menjadi mahal yaitu 143/0,66 = Rp. 216,6 per butir atau Rp. 20.500 per kg. Apalagi kalau hanya bertelor 75 persen harga dasar telornya akan jauh lebih mahal.
Jadi bagaimana berternak puyuh agar untung sudah menjadi rumit masalahnya, ini belum seberapa ada banyak hal lain yang sangat berpengaruh terhadap biaya produksi telor puyuh, yang hasil akhirnya sangat ajaib harga produksi telor puyuh anda sama dengan harga beli eceran di pasar.
Nah sekarang bagaimana jika Puyuh betina sering mati jelas ini akan mempengaruhi proyeksi keuntungan anda dan tentu saja akan semakin lama kembali modalnya. Apalagi kalau ada pejantan di kandang anda jelas prosentase produksi telor menjadi turun dibandingkan populasi puyuh dalam kandang.
Kapan bisa Kembali modal
Berapa sebenarnya harga telor puyuh per butir di Pasar. Kalau di pasar Cikampek harga jual telornya adalah Rp. 24.000 per kg atau Rp. 252 per butir. Jadi kalau harga dasar produksi anda Rp. 216 per butir maka anda hanya dapat untung Rp. 36 per butir. Maka jika anda beli bibitnya harga Rp.2000 per ekor, maka akan balik modal setelah bertelor selama 70 hari ditambah lagi biaya pakan untuk 2 bulan sebelum bertelor, nah ini belum pernah saya hitung. Kalau dihitung rata rata sampai bertelor butuh 12 gram per hari selama 2 bulan maka untuk kembali modal butuh waktu 130 hari atau totalnya menjadi 200 hari sama dengan 6,6 bulan. Sedangkan puyuh anda secara efektif akan bertelor hanya selama 1 tahun. Jadi anda hanya punya waktu untung selama 5,4 bulan saja. Jika banyak puyuh betina yang mati maka hitungannya akan lebih panjang lagi mungkin akan balik modal setelah 8 bulan.
Ini sangat berbeda jika harga dasar telor anda adalah Rp. 178 maka anda dapat untung Rp 74 per butir. Maka anda dapat kembali modal dalam waktu 90 hari atau 3 bulan saja, dan anda punya waktu untuk memperoleh keuntungan lebih panjang lagi yaitu sekitar 9 bulan. Berarti waktu hitungan 3 bulan kembali modal adalah yang paling cepat sedangkan waktu paling lambat bisa sampai puyuh anda mati semua belum kembali modal. Inilah yang menyebabkan peternak puyuh jarang yang berhasil.
Efisiensi Peternak Puyuh
Untuk meningkatkan keuntungan usaha ternak puyuh akhirnya adalah membuat supaya biaya produksi telor puyuh menjadi lebih murah yaitu dengan efisiensi disegala bidang. Sedangkan hal hal yang bisa diefisienkan atau ditekan sehingga lebih menguntungkan adalah hal hal berikut.
- Efisiensi jumlah pakan yaitu dengan meminimalkan jumlah pakan yang terbuang bukan mengurangi banyaknya pakan yang dimakan oleh puyuh.
- Menekan jumlah kematian puyuh terutama puyuh betina.
- Membuat kandang yang semakin simpel untuk dikelola tidak membutuhkan banyak tenaga, kalau bisa semua serba otomatis. Sehingga tidak butuh banyak tenaga kerja.
- Membuat lingkungan puyuh yang ideal sehingga puyuh cepat bertelor, tidak gampang mati, tetap sehat. Kalau bisa nyaman buat puyuh.
Keempat hal diatas membutuhkan penelitian tersendiri sehingga bisa memperoleh hal hal yang diinginkan dan menghasilkan produksi yang efektif dan efisien. Hasil akhirnya adalah anda mungkin bisa menghasilkan keuntungan lebih tinggi dan waktu kembali modal yang lebih cepat. Sehingga anda bisa menjual harga telor yang lebih kompetitif. Sekian terima kasih.
Video Puyuh:
Jumat, 20 Oktober 2017
Belajar Budidaya Burung Puyuh
Mau jadi pengusaha yang enak itu menjadi cita-cita setiap laki laki. Kenapa laki-laki, kan yang bertanggung jawab terhadap ekonomi rumah tangga laki laki, jadi laki laki yang bekerja mencari uang. Cari uang kerja di orang, di pabrik, atau di kantor, mungkin saja hasilnya besar, tapi tidak semua merasa sreg, karena kebanyakan bukan betah tapi butuh kata mereka.
Kalau memang ingin jadi pengusaha, dari sejak awal harus belajar dan fokus. Misal ingin membudidayakan burung puyuh. Atau bisa juga ada beberapa jenis budidaya yang dipelajari, asal ada keterkaitan antara satu sama lainnya yang saling bergantungan.
Anda mungkin saja sudah pernah belajar bagaimana menanam sayuran, menanam cabe, tomat, terong, memelihara ikan lele, ikan gurame, ikan nila dlsb. Kemudian belajar budidaya burung puyuh karena ternyata anda mengalani kesulitan atau merasa repot dalam hal menyediakan pupuk kompos untuk pemupukan tanaman, pemupukan kolam dan sebagainya. Semua itu butuh pengetahuan yang lama.
Memelihara burung puyuh juga belajarnya lama, kalau mau jadi pengusaha, maka yang dipelajari adalah mulai dari penetasan telor, karena kalau memelihara dari yang besar, selain harganya mahal ilmunya gak akan lengkap. Dalam tahapan pelajaran dari mulai penetasan sampai burung bertelor, dan pemilahan indukan perlu waktu yang lama, katakanlah 1/2 tahun itu baru 50% ilmunya, itupun kalau anda cerdas. Kalau kurang cerdas, maka anda sebenernya sedang mengulang dan perlu satu semester ganjil lagi alias tahun depan, karena pada semester genap itu berbeda iklim dengan semester ganjil. Sama seperti kuliah ya, he he he. Pelajarannya minimal 2 semester kurang dari itu anda belum bisa dikatakan paham dalam memelihara burung puyuh.
Dari cara menetaskan mungkin anda bisa beli mesin penetas, tapi pada saatnya nanti anda harus bisa bikin sendiri mesin tetas, karena jika pengusaha mau besar maka mesin tetasnya harus banyak, kalau semuanya harus beli wah itu jadi mahal. Setelah anda bisa menetaskan dengan tingkat keberhasilan 70% anda apalagi dengan mesin tetas buatan sendiri, maka anda sudah paham dengan penetasan telor. Setelah itu anda harus bisa memelihara anak puyuh dengan tingkat kematian paling tinggi 10%, kalau belum tercapi berarti anda belum paham dan belajarlah terus.
Setelah burung dipelihara untuk pembesaran dan petelor, maka anda harus punya kandang puyuh dengan ukuran yang sesuai semua bisa disearch di Internet. Tapi anda tidak akan paham kalau belum memelihara sendiri burung puyuh. Anda harus mempelajari berbagai tipe kandang untuk burung kecil, burung petelor dan burung untuk indukan. Anda belajar membedakan mana burung jantan dan betina. Ini butuh waktu yang lumayan lama, tapi kalau anda menyukai maka tidak akan terasa.
Burung butuh penerangan nah anda harus coba apa cukup penerangan biasa, atau harus terang sekali, kalau yang ini jelas sudah ada di Internet dan jika anda pernah membandingkan maka andapun punya pengetahuan lebih untuk ini. Lampu penting karena kalau gak pakai lampu efeknya burung puyuh anda sudah umur 2 bulan tapi belum bertelor. Yang paling penting mengenai makanan, karena ini sangat berpengaruh pada keuntungan budidaya burung puyuh, karena harga makanan bisa mahal dan bisa murah. Kalau ini saya kira semua peternak masih belajar.
Nah apakah sudah cukup ilmunya, ternyata masih banyak yang harus dipelajari dan itu butuh waktu yang lama. Sampai anda benar jadi pengusaha burung puyuh sambil terus belajar. Tidak terasa nanti setelah 3 tahun anda berkutat, anda sudah jadi pengusaha burung puyuh. Selamat mencoba.
Kalau memang ingin jadi pengusaha, dari sejak awal harus belajar dan fokus. Misal ingin membudidayakan burung puyuh. Atau bisa juga ada beberapa jenis budidaya yang dipelajari, asal ada keterkaitan antara satu sama lainnya yang saling bergantungan.
Anda mungkin saja sudah pernah belajar bagaimana menanam sayuran, menanam cabe, tomat, terong, memelihara ikan lele, ikan gurame, ikan nila dlsb. Kemudian belajar budidaya burung puyuh karena ternyata anda mengalani kesulitan atau merasa repot dalam hal menyediakan pupuk kompos untuk pemupukan tanaman, pemupukan kolam dan sebagainya. Semua itu butuh pengetahuan yang lama.
Memelihara burung puyuh juga belajarnya lama, kalau mau jadi pengusaha, maka yang dipelajari adalah mulai dari penetasan telor, karena kalau memelihara dari yang besar, selain harganya mahal ilmunya gak akan lengkap. Dalam tahapan pelajaran dari mulai penetasan sampai burung bertelor, dan pemilahan indukan perlu waktu yang lama, katakanlah 1/2 tahun itu baru 50% ilmunya, itupun kalau anda cerdas. Kalau kurang cerdas, maka anda sebenernya sedang mengulang dan perlu satu semester ganjil lagi alias tahun depan, karena pada semester genap itu berbeda iklim dengan semester ganjil. Sama seperti kuliah ya, he he he. Pelajarannya minimal 2 semester kurang dari itu anda belum bisa dikatakan paham dalam memelihara burung puyuh.
Dari cara menetaskan mungkin anda bisa beli mesin penetas, tapi pada saatnya nanti anda harus bisa bikin sendiri mesin tetas, karena jika pengusaha mau besar maka mesin tetasnya harus banyak, kalau semuanya harus beli wah itu jadi mahal. Setelah anda bisa menetaskan dengan tingkat keberhasilan 70% anda apalagi dengan mesin tetas buatan sendiri, maka anda sudah paham dengan penetasan telor. Setelah itu anda harus bisa memelihara anak puyuh dengan tingkat kematian paling tinggi 10%, kalau belum tercapi berarti anda belum paham dan belajarlah terus.
Setelah burung dipelihara untuk pembesaran dan petelor, maka anda harus punya kandang puyuh dengan ukuran yang sesuai semua bisa disearch di Internet. Tapi anda tidak akan paham kalau belum memelihara sendiri burung puyuh. Anda harus mempelajari berbagai tipe kandang untuk burung kecil, burung petelor dan burung untuk indukan. Anda belajar membedakan mana burung jantan dan betina. Ini butuh waktu yang lumayan lama, tapi kalau anda menyukai maka tidak akan terasa.
Burung butuh penerangan nah anda harus coba apa cukup penerangan biasa, atau harus terang sekali, kalau yang ini jelas sudah ada di Internet dan jika anda pernah membandingkan maka andapun punya pengetahuan lebih untuk ini. Lampu penting karena kalau gak pakai lampu efeknya burung puyuh anda sudah umur 2 bulan tapi belum bertelor. Yang paling penting mengenai makanan, karena ini sangat berpengaruh pada keuntungan budidaya burung puyuh, karena harga makanan bisa mahal dan bisa murah. Kalau ini saya kira semua peternak masih belajar.
Nah apakah sudah cukup ilmunya, ternyata masih banyak yang harus dipelajari dan itu butuh waktu yang lama. Sampai anda benar jadi pengusaha burung puyuh sambil terus belajar. Tidak terasa nanti setelah 3 tahun anda berkutat, anda sudah jadi pengusaha burung puyuh. Selamat mencoba.
Jumat, 15 September 2017
Cara Mensortir Puyuh Betina dan Jantan
Cara Menghasilkan Telur Fertil
Jadi sebelum kita mensortir anak puyuh jantan dan betina tentunya kita akan menetaskan telur puyuh yang fertil dulu, yaitu telur yang ada bakal embrionya. Tanpa menggunakan telur yang fertil, maka tidak mungkin menetas. Jadi kuncinya adalah puyuh indukan yang akan kita ambil telurnya untuk ditetaskan adalah indukan yang masih muda (usianya dibawah 8 bulan), terutama usia pejantannya.
Setelah kita bisa memproduksi telur fertil dari indukan puyuh yang kita punya maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut. Inti dari bahasan ini adalah kita ingin menghasilkan telur yang fertile atau subur sehingga bisa ditetaskan. Tinggal mencampur 4 betina VS 1 jantan dalam satu kandang mereka akan melakukan prosess kawin kemudian dapat menghasilkan telur fertil yang bisa ditetaskan. Masalah persilangan warna, persilangan jenis, persilangan tidak sedarah, DLL sangat menjadi penentu bagus jeleknya bibit DOQ yang kita ciptakan. Para master puyuh di luar sana masih terus berkutat dalam masalah persilangan untuk mendapatkan hasil bibit yang sangat baik. Intinya, susah-susah gampang dalam proses pembibitan burung puyuh petelur. Masalah perbandingan puyuh ini juga masih dalam pendapat orang saja, karena untuk puyuh jantan muda saya kira perbandingan betina vs jantan bisa dinaikkan lagi.
Memulai Berternak Puyuh untuk Menghasilkan Indukan Puyuh
Kebanyakan peternak pemula lebih memilih bibit DOQ final stock (FS) sebagai awal untuk memulai beternak burung puyuh petelur. FS itu artinya Final Stock yang mana biasanya bibit FS dapat di pastikan minimum 98% adalah betina dengan warna bulu coklat. Final Stock bisa dibeli pada peternak yang sudah professional yang menjual bibit puyuh betina. Jika kita membelinya ke patani tradisional maka belum bisa dipastikan berapa persen betina dan berapa persen jantan bahkan dari warna bulunya belum disa diketahui mana yang betina dan mana yang jantan. Adapun singkatan dari istilah istilah peternakan adalah sebagai berikut:
SS = Standar Stock
GPS = Grand Parent Stock
PS = Parent Stock
FS = Final Stock
SS = Standar Stock
Bibit SS biasanya dihasilkan dari persilangan warna dan jenis yang tidak beraturan. Jika bibit SS dari hasil FS dikawinkan dengan jantan yang warnanya tidak beraturan. Hasilnya pun pada saat setelah proses penetasan jenis kelamin jantan dan betina belum bisa ditentukan melalui warna bulu. Begitupun untuk jenisnya, lebih condong ke jenis yang mana belum bisa deketahui sebelum puyuh berusia remaja.
Biasanya para peternak mencetak bibit SS untuk mendapatkan hasil GPS. Setelah puyuh berusia remaja dan dapat diketahui jenis kelaminnya, baru bisa dilakukan sortir. Sortir dilakukan menjadi 4 bagian yaitu,
1. Memisahkan betina berwarna hitam
2. Memisahkan betina berwarna coklat
3. Memisahkan jantan berwarna hitam
4. Memisahakan jantan berwarna coklat
Untuk amannya dan menghidari kawin sedarah atau satu indukan biasanya kami mencari/membeli puyuh jantan dari peternak lain di luar daerah, dan kalau didapat kamu mencari dari type yang berbeda.
Nah, setelah melalui proses panjang pemilihan, hasil betina SS dapat dikategorikan menjadi GPS dan FS. Gimana membedakannya? Betina coklat dapat dikategorikan menjadi FS, sedangkan betina hitam dapat dijadikan GPS. Betina FS (betina berwarna coklat) kebanyakan hanya dijadikan sebagai puyuh petelur biasa, hasil telurnya hanya dijadikan sebagai telur konsumsi, tidak untuk dikawinkan. Sedangkan betina GPS (betina berwarna hitam) dapat dijadikan sebagai indukan untuk kemudian dikawinkan.
GPS = Grand Parent Stock.
GPS dihasilkan dari pemilah dari persilangan acak warna yang tidak beraturan antara betina FS (betina berwarna coklat) dengan jantan berwarna hitam atupun coklat. GPS dihasilkan dari penyortiran bibit SS yang mana betina berwarna hitam dapat dikategorikan menjadi bibit GPS, walaupun belum belum sepenuhnya menjadi GPS. Dan perlu anda ketahui GPS adalah induk dari PS, PS adalah induk dari FS. Perosesnya memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk proses pemilahan. Jadi Bibit PS jika dikawinkan akan menghsilkan FS.
Mensortir Burung Puyuh Indukan:
Usahakan melakukan pem’breadingan disaat usia betina sudah siap dibuahi jantan. Biasanya kami memilih betina yang telah berusia 4 bulan sejak usia 0 hari, kemudian disilang dengan pejantan muda berusia 2,5 bulan. Jantannya wajib berwarna hitam dan kalo bisa jantannya dicari dari peternak di luar daerah anda. Kemudian betina hitam dan jantan hitam disatukan dalam satu kandang, perbandingannya 4 betina VS 1 jantan. Setelah 2 minggu menunggu kawin dalam kandang telurnya bisa diambil untuk di tetaskan.
| Indukan Puyuh |
Hasil penetasannya pasti akan tetap keluar DOQ berwarna hitam & coklat. Butuh waktu lama untuk menghasilkan DOQ 100% berwarna hitam dan saya rasa mustahil, karena pengalaman saya selama beternak, walaupun sudah jantan & betinanya berwarna hitam tetap saja ada tekstur coklat pada bulu puyuhnya.
Setelah berjalan beberapa bulan hasil persilangan betina hitam dengan jantan berwarna hitam kita bisa langsung mensortir / memilih betina yang tekstur hitamnya lebih dominan ketimbang tekstur coklatnya. kurang lebih jika diperhatikan seekor puyuh betina GPS memiliki warna 85% hitam 15% coklat.
Inilah cikal bakal dari PS. Jadi benang merahnya adalah bibit GPS yang sudah memiliki warna 100% hitam dapat dikategorikan menjadi PS (parent stock).
PS = Parent Stock
bibit GPS (betina hitam) yg telah dikawin silangkan dengan dengan jantan berwarna hitam pekat akan dapat menghasilkan bibit PS/parent stock dengan catatan hasil penetasanan betina berwarna hitam mencapai 98%.
Contoh :
- Setelah betina GPS (berwarna hitam) telah diseleksi kita kawinkan dengan jantan berwarna dominan hitam.
- Anggap saja kita ambil sempel 500 butir telur fertile dikumpulkan (maksimal 1 minggu), kemudian masukkan ke mesin penetas. Setelah 17 hari puyuh akan menetas, mudah-mudahan yg menetas semua berwarna hitam. Namun saya rasa amat jarang terjadi.
- Ok, terlepas dari hitam atau coklat hasil penetasannya, kita anggap penetasan berhasil hanya 70% atau yg berhasil menetas dengan sempurna hanya 350 ekor dari 500 butir.
- Dari total 350 ekor yg menetas apakah 100% berwarna hitam? Atau ada 1-2 ekor yg berwarna coklat? Atau ada beberapa ekor yg memiliki tekstur warna bulu kecoklatan?
- Jika 100% yg menetas berwarna hitam, saya ucapkan selamat. Berarti anda telah berhasil memiliki bibit PS.
- Jika ada 1-2 ekor atau lebih ada yg berwarna coklat, selama tidak melebihi 5% dari hasil penetasan maka boleh dibilang tingkat keberhasilan baru mencapai 95%. Namun betina hitam sudah dapat dikategorikan menjadi PS dengan tingkat keakuratan akan menghasilkan bibit FS 95% s/d 97% (final stock dijamin betina coklat saat baru menetas) jika di kawinkan dengan pejantan berwarna coklat tanpa ada tekstur hitam.
- Jika hasil penetasan masih ada tekstur berwarna coklat bahkan tekstur coklatnya cukup jelas maka betina hitam tetap dapat dikategorikan sebagai PS namun masih memiliki gen warna coklat. Lakukan pemurnian kembali dengan mencari jantan yg memiliki warna benar-benar hitam.
Menghasilkan Anak Puyuh Jantan dan Betina
Ok, intinya dari semua ini adalah, bibit PS (betina betul-betul berwarna hitam) dapat dihasilkan melalui proses panjang mengawinkan bibit GPS (betina hitam) dangan pejantan berwarna hitam pekat. Nahhh, jika semua proses ini telah dilakukan maka anda akan berhasil membuat bibit PS yg nantinya jika dikawinkan akan menghasilkan FS (Final Stock). Yang mana bibit FS sudah dapat diketahui jenis kelamin jantan dan betina saat baru menetas dengan cara membedakan warna.
| Anak Puyuh |
FS = Final Stock
FS/final stock adalah istilah umum untuk bibit puyuh yang sudah dapat diketahui jenis kelaminnya sejak baru menetas dengan metode membedakan warna. Yang mana bila berwarna coklat sudah dapat dipasti berjenis kelamin betina dan yang berwarna hitam sudah pasti jantan. Di atas sudah saya tuliskan bagaimana caranya kita bisa menghasilkan bibit FS.
Umumnya para peternak menjual bibit FS (dari peternak professional) kepada peternak lain atau kepada para pemula yang mau beternak puyuh petelur. Karna memang bibit FS sudah dapat dipastikan tingkat ke akuratannya. kalupun meleset kemungkinannya sangat kecil, paling hanya 3-5% dari jumlah populasi.
Jumat, 21 Oktober 2016
Belajar Memelihara Burung Puyuh
Dalam blog ini saya sudah menulis tentang budidaya ikan gurame berikut dengan bermacam macam kesulitannya dalam memelihara ikan gurame dari telor. Saya juga sudah mencobanya dari menetaskan telor sampai mencapai gurame dewasa hanya saja tidak sampai bertelor. Mengapa kok kemudian jadi menulis tentang budidaya burung puyuh, ini bukan tiba tiba saja berubah dan tanpa sebab. Setelah beberapa kali mencoba ternyata anak anak ikan gurame akan cepat besar jika kolamnya dipupuk dengan kotoran burung puyuh tetapi jangan berlebihan karena kalau terlalu banyak masuk ke dalam kolam ikan gurame akan mati keracunan karena terlalu busuk airnya. Malahan jika bisa mengatur dengan pas dalam memelihara ikan gurame tidak perlu membeli makanan karena sudah disuply dengan kotoran burung puyuh. Selain itu juga bisa diterapkan untuk memelihara larva ikan patin, hasilnya memang tidak terlalu memuaskan dari 100 ribu larva ikan patin baru bisa hidup 5000 ikan patin tanpa perlu diberi makanan tambahan sampai usia benih dijual.
Nah setelah mencoba untuk belajar memelihara burung puyuh sendiri, baru permasalahan baru dalam memelihara burung puyuh timbul seperti masalah kotoran burung yang menumpuk, bau yang menyengat, ukuran telor yang tidak seragam, memberi makanan yang merepotkan, membuang kotoran yang bikin capek, memberi minuman yang bikin capek sampai bagaimana memisahkan puyuh jantan dan betina, bagaimana mengenali telor fertil dan non fertil. Banyak hal yang tidak sulit tetapi kalau belum pernah mengenal dan belajar tentunya akan awam dan tentu saja jadi gak tahu.
Nah dari banyak masalah yang timbul kemudian kita selesaikan satu per satu, ternyata yang paling merepotkan adalah masalah kotoran burungnya. Sehingga kemudian perlu untuk mencoba berbagai cara untuk memanfaatkan kotoran burung ini agar tidak menumpuk. Antara lain mencoba membuat pupuk cair dari kotoran burung, membuat kompos dari kotoran burung, menanam bawang merah di Polybag, menanam kangkung di atas stereroform dan lain sebagainya. Itu semua dalam rangka mengolah dan memanfaatkan kotoran burung puyuh. Tentu tidak semua percobaan tersebut berjalan sukses ada beberapa yang tidak berhasil tetapi beberapa berhasil dicoba dan memanfaatkan kotoran burung puyuh.
Jadi dalam belajar memelihara burung puyuh yang jumlahnya ribuan tidak memerlukan tempat yang luas tetapi membutuhkan lahan yang luas buat memanfaatkan kotorannya, nah ini yang bisa menjadi kendala dan mahal harganya. Bisa bisa usaha kita berhenti ditengah jalan gara gara dikomplen warga. Jadi sebelum kita benar benar ingin membesarkan usaha burung puyuh ini kita harus bisa menyelesaikan permasalahan yang akan timbul nantinya. Kita tidak bisa mengandalkan orang lain yang akan mengambil kotorannya karena begitu mereka berhenti mengambil, burung kita akan tetap mengeluarkan kotoran setiap harinya.
berikut ini adalah video memelihara burung puyuh, mulai dari menetaskan telor sendiri sampai dewasa dengan mesin tetas buatan sendiri dan membuat kandang dewasa sendiri, duh capeknya........
| Buruang Puyuh |
Nah setelah mencoba untuk belajar memelihara burung puyuh sendiri, baru permasalahan baru dalam memelihara burung puyuh timbul seperti masalah kotoran burung yang menumpuk, bau yang menyengat, ukuran telor yang tidak seragam, memberi makanan yang merepotkan, membuang kotoran yang bikin capek, memberi minuman yang bikin capek sampai bagaimana memisahkan puyuh jantan dan betina, bagaimana mengenali telor fertil dan non fertil. Banyak hal yang tidak sulit tetapi kalau belum pernah mengenal dan belajar tentunya akan awam dan tentu saja jadi gak tahu.
Nah dari banyak masalah yang timbul kemudian kita selesaikan satu per satu, ternyata yang paling merepotkan adalah masalah kotoran burungnya. Sehingga kemudian perlu untuk mencoba berbagai cara untuk memanfaatkan kotoran burung ini agar tidak menumpuk. Antara lain mencoba membuat pupuk cair dari kotoran burung, membuat kompos dari kotoran burung, menanam bawang merah di Polybag, menanam kangkung di atas stereroform dan lain sebagainya. Itu semua dalam rangka mengolah dan memanfaatkan kotoran burung puyuh. Tentu tidak semua percobaan tersebut berjalan sukses ada beberapa yang tidak berhasil tetapi beberapa berhasil dicoba dan memanfaatkan kotoran burung puyuh.
| Kotoran Burung Puyuh |
Jadi dalam belajar memelihara burung puyuh yang jumlahnya ribuan tidak memerlukan tempat yang luas tetapi membutuhkan lahan yang luas buat memanfaatkan kotorannya, nah ini yang bisa menjadi kendala dan mahal harganya. Bisa bisa usaha kita berhenti ditengah jalan gara gara dikomplen warga. Jadi sebelum kita benar benar ingin membesarkan usaha burung puyuh ini kita harus bisa menyelesaikan permasalahan yang akan timbul nantinya. Kita tidak bisa mengandalkan orang lain yang akan mengambil kotorannya karena begitu mereka berhenti mengambil, burung kita akan tetap mengeluarkan kotoran setiap harinya.
berikut ini adalah video memelihara burung puyuh, mulai dari menetaskan telor sendiri sampai dewasa dengan mesin tetas buatan sendiri dan membuat kandang dewasa sendiri, duh capeknya........
Selasa, 05 Juli 2016
Buku Panduan Pemeliharaan Burung Puyuh
Saya mencoba akan mengulas mengenai buku panduan memelihara burung puyuh yang sudah saya baca dan sudah mencoba menerapkannya dalam percobaan menernakan burung puyuh dari mulai menetaskan telor puyuh sampai membuat indukan burung yang berkualitas menurut kriteria tertentu.
Saya sudah menjalani selama kurang lebih Satu Setengah tahun dalam melakukan percobaan memelihara burung puyuh ini, dari burung puyuhnya, jenis makanannya, kandangnya, sarana pemeliharaan seperti tempat minum tempat telor, lingkungan pemeliharaan burung puyuh, percobaan dengan cuaca yang ekstrim, tempat pembuangan kotoran yang praktis sampai mencoba menseleksi indukan untuk dijadikan induk burung puyuh petelor sekaligus yang disukai jika dipotong karena beratnya cukup besar yaitu 3 ons. Buku panduan pemeliharaan burung puyuh dan bacaan dari beberapa sumber di Internet tentang belajar budidaya burung puyuh saya jadikan referensi dalam percobaan saya ini.
Dengan pengalaman yang sudah saya jalani dan dengan melakukan pencatatan tentunya sehingga data bisa dibandingkan, dengan waktu Satu Setengah tahun bukanlah menjadi seorang yang sudah ahli dalam memelihara burung puyuh tetapi justru semakin tahu ada banyak hal lain yang perlu dicoba, dan ini masih membutuhkan waktu paling tidak 2 atau 3 tahun lagi baru bisa dibilang ahli dalam memelihara burung puyuh.
Banyak peternak memelihara burung puyuh tapi tidak melakukan experiment, atau bahkan tidak berani melakukan eksperimen karena takut rugi atau takut tidak bertelor, sehingga walaupun bertahun tahun memelihara burung puyuh mereka masih tetap amatir, berbeda dengan percobaan dengan macam macam metoda mereka malah jadi semakin paham akan kelemahan dan banyak hal yang harus dikembangkan dan semakin ahli dalam memelihara burung puyuh maupun ternak yang lain.
Bagi para pebisnis jangan sekali kali langsung mencoba bisnis berternak ataupun berkebun dalam skala besar hanya berdasarkan buku panduan yang dibeli di Toko Buku, karena sebagian besar dari buku tersebut hanya berdasarkan pengamatan, jadi bukan berdasarkan pengalaman maupun percobaan, sehingga buku buku tersebut sama sekali belum bisa dijadikan pegangan dalam budidaya apapun. Karena buku buku tersebut masih sangat dasar tapi tidak mendasar, banyak sekali point point penting dan sangat krusial yang belum ditulis dalam buku buku tersebut sehingga jika dijadikan panduan bisa berakibat fatal karena rugi besar. Mengikuti cara cara petani tradisional juga kita harus hati hati karena mereka tidak pernah melakukan percobaan dalam skala kecil yang mudah diamati dan disimpulkan, mereka hanya praktek budidaya dan seringkali hasilnya tidak memuaskan.
Berkebun itu lebih rumit dari pada beternak karena rentang waktunya dari mulai tanam sampai berbuah lebih lama dibanding misal berternak burung puyuh yang hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan dari mulai penetasan telor sampai burung bertelor. Sedangkan tanaman rata rata butuh waktu semai 1 bulan dan waktu tanam sampai berbuah butuh waktu 3 bulan jadi total waktunya 4 bulan minimal. Juga dalam bertanam variabelnya lebih banyak dibanding berternak, ternak burung tidak bergantung pada musim sedangkan tanaman sangat bergantung pada musim, sehingga dalam satu tahun hanya punya kesempatan pada musim tertentu saja untuk bisa bertanam, sehingga pengetahuan akan tanaman tersebut menjadi terputus dan menunggu. Bagi petani biasa hal ini tidak akan berkesinambungan sehingga pengetahuan bertaninya akan minim sekali. Mereka hanya melakukan penanaman dengan cara cara yang seperti biasa mereka lakukan walaupun berganti musim, sehingga hasilnya tidak optimal, sedangkan buku petunjuknyapun tidak ada yang sempurna.
Sebenarnya untuk tanaman skala luas seharusnya hanya mengikuti musim saja dan tidak bisa dipaksakan untuk menanam karena hasilnya tidak optimal. Sebenarnya petani juga sudah paham tetapi mereka tidak punya pilihan lain sehingga tetap menanam tanaman tersebut pada musim yang tidak cocok sehingga hasilnya bisa gagal panen. Pada masa masa sulit sebenarnya petani mending melakukan pencegahan terhadap kegagalan panen yang lebih ketat dengan skala tanam yang lebih sempit sehingga lebih mudah dikontrol dan kemungkinan kerugian menjadi kecil.
Nah sekian saja sedikit petunjuk mengenai penduan dalam beternak burung puyuh maupun dalam bertani, mudah mudahan bermanfaat.
Saya sudah menjalani selama kurang lebih Satu Setengah tahun dalam melakukan percobaan memelihara burung puyuh ini, dari burung puyuhnya, jenis makanannya, kandangnya, sarana pemeliharaan seperti tempat minum tempat telor, lingkungan pemeliharaan burung puyuh, percobaan dengan cuaca yang ekstrim, tempat pembuangan kotoran yang praktis sampai mencoba menseleksi indukan untuk dijadikan induk burung puyuh petelor sekaligus yang disukai jika dipotong karena beratnya cukup besar yaitu 3 ons. Buku panduan pemeliharaan burung puyuh dan bacaan dari beberapa sumber di Internet tentang belajar budidaya burung puyuh saya jadikan referensi dalam percobaan saya ini.
Dengan pengalaman yang sudah saya jalani dan dengan melakukan pencatatan tentunya sehingga data bisa dibandingkan, dengan waktu Satu Setengah tahun bukanlah menjadi seorang yang sudah ahli dalam memelihara burung puyuh tetapi justru semakin tahu ada banyak hal lain yang perlu dicoba, dan ini masih membutuhkan waktu paling tidak 2 atau 3 tahun lagi baru bisa dibilang ahli dalam memelihara burung puyuh.
Banyak peternak memelihara burung puyuh tapi tidak melakukan experiment, atau bahkan tidak berani melakukan eksperimen karena takut rugi atau takut tidak bertelor, sehingga walaupun bertahun tahun memelihara burung puyuh mereka masih tetap amatir, berbeda dengan percobaan dengan macam macam metoda mereka malah jadi semakin paham akan kelemahan dan banyak hal yang harus dikembangkan dan semakin ahli dalam memelihara burung puyuh maupun ternak yang lain.
Bagi para pebisnis jangan sekali kali langsung mencoba bisnis berternak ataupun berkebun dalam skala besar hanya berdasarkan buku panduan yang dibeli di Toko Buku, karena sebagian besar dari buku tersebut hanya berdasarkan pengamatan, jadi bukan berdasarkan pengalaman maupun percobaan, sehingga buku buku tersebut sama sekali belum bisa dijadikan pegangan dalam budidaya apapun. Karena buku buku tersebut masih sangat dasar tapi tidak mendasar, banyak sekali point point penting dan sangat krusial yang belum ditulis dalam buku buku tersebut sehingga jika dijadikan panduan bisa berakibat fatal karena rugi besar. Mengikuti cara cara petani tradisional juga kita harus hati hati karena mereka tidak pernah melakukan percobaan dalam skala kecil yang mudah diamati dan disimpulkan, mereka hanya praktek budidaya dan seringkali hasilnya tidak memuaskan.
Berkebun itu lebih rumit dari pada beternak karena rentang waktunya dari mulai tanam sampai berbuah lebih lama dibanding misal berternak burung puyuh yang hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan dari mulai penetasan telor sampai burung bertelor. Sedangkan tanaman rata rata butuh waktu semai 1 bulan dan waktu tanam sampai berbuah butuh waktu 3 bulan jadi total waktunya 4 bulan minimal. Juga dalam bertanam variabelnya lebih banyak dibanding berternak, ternak burung tidak bergantung pada musim sedangkan tanaman sangat bergantung pada musim, sehingga dalam satu tahun hanya punya kesempatan pada musim tertentu saja untuk bisa bertanam, sehingga pengetahuan akan tanaman tersebut menjadi terputus dan menunggu. Bagi petani biasa hal ini tidak akan berkesinambungan sehingga pengetahuan bertaninya akan minim sekali. Mereka hanya melakukan penanaman dengan cara cara yang seperti biasa mereka lakukan walaupun berganti musim, sehingga hasilnya tidak optimal, sedangkan buku petunjuknyapun tidak ada yang sempurna.
Sebenarnya untuk tanaman skala luas seharusnya hanya mengikuti musim saja dan tidak bisa dipaksakan untuk menanam karena hasilnya tidak optimal. Sebenarnya petani juga sudah paham tetapi mereka tidak punya pilihan lain sehingga tetap menanam tanaman tersebut pada musim yang tidak cocok sehingga hasilnya bisa gagal panen. Pada masa masa sulit sebenarnya petani mending melakukan pencegahan terhadap kegagalan panen yang lebih ketat dengan skala tanam yang lebih sempit sehingga lebih mudah dikontrol dan kemungkinan kerugian menjadi kecil.
Nah sekian saja sedikit petunjuk mengenai penduan dalam beternak burung puyuh maupun dalam bertani, mudah mudahan bermanfaat.
Kamis, 03 Desember 2015
Memperbesar Ukuran Telor Burung Puyuh
Dalam belajar budidaya burung puyuh selain bisa memelihara burung puyuh dari kecil, kemudian menyortir antara jantan dan betina, dan belajar mengembangbiakan burung puyuh sendiri dengan mengawinkan antara jantan dan betina.
Dalam belajar membudidayakan burung puyuh ini saya sudah mencoba tuk menyilangkan antara puyuh yang telornya banyak dan puyuh dengan telor ukuran besar dengan harapan nanti saya akan mendapatkan burung puyuh dengan telor ukurannya besar dan juga telornya lumayan banyak. Agar bisa seperti yang dimaksud tentu saja ukuran burung puyuhnya juga cukup besar agar cukup mensuply kebutuhan nutrisi untuk membentuk telor yang besar dan banyak.
Dari berbagai tips memelihara burung puyuh yang sudah saya baca dan kumpulkan dan sebagian sudah ditulis ulang di blog ini, saya sudah mencobanya dan hasilnya memang belum optimal tapi sudah ada sih. Jenis telor yang dihasilkan kira kira seperti pada gambar dibawah. Ukuran telor puyuh yang normal ada disebelah kiri sedangkan puyuh dengan telor ukuran besar ada disebelah kanan. Ukuran telor puyuh yang besar ini kalau dibandingkan dengan telor ayam kampung bisa hampir sama besarnya, bisa dilihat di gambar bawah dimana paling kanan adalah telor bebek yang ukurannya lebih besar dari telor ayam kampung.
Untuk mendapatkan ukuran telor burung puyuh yang besar, selain dengan perkawinan silang juga dengan memberi makanan yang cukup bergizi dan cukup jumlahnya. Kalau burungnya kekurangan makan otomatis telornya juga kecil kecil. Kalau jumlah per kilogramnya belum saya kumpulin jadi belum ada datanya. Semoga bermanfaat, amien.
Dalam belajar membudidayakan burung puyuh ini saya sudah mencoba tuk menyilangkan antara puyuh yang telornya banyak dan puyuh dengan telor ukuran besar dengan harapan nanti saya akan mendapatkan burung puyuh dengan telor ukurannya besar dan juga telornya lumayan banyak. Agar bisa seperti yang dimaksud tentu saja ukuran burung puyuhnya juga cukup besar agar cukup mensuply kebutuhan nutrisi untuk membentuk telor yang besar dan banyak.
Dari berbagai tips memelihara burung puyuh yang sudah saya baca dan kumpulkan dan sebagian sudah ditulis ulang di blog ini, saya sudah mencobanya dan hasilnya memang belum optimal tapi sudah ada sih. Jenis telor yang dihasilkan kira kira seperti pada gambar dibawah. Ukuran telor puyuh yang normal ada disebelah kiri sedangkan puyuh dengan telor ukuran besar ada disebelah kanan. Ukuran telor puyuh yang besar ini kalau dibandingkan dengan telor ayam kampung bisa hampir sama besarnya, bisa dilihat di gambar bawah dimana paling kanan adalah telor bebek yang ukurannya lebih besar dari telor ayam kampung.
Untuk mendapatkan ukuran telor burung puyuh yang besar, selain dengan perkawinan silang juga dengan memberi makanan yang cukup bergizi dan cukup jumlahnya. Kalau burungnya kekurangan makan otomatis telornya juga kecil kecil. Kalau jumlah per kilogramnya belum saya kumpulin jadi belum ada datanya. Semoga bermanfaat, amien.
Kamis, 17 September 2015
Telor Fertil dan Tidak Fertil
Dalam belajar membudidayakan burung puyuh memang harus lengkap, jika ingin langgeng. Karena peternak yang terus beli bibit tidak akan bisa berlangsung lama karena keuntungannya dikendalikan oleh para pebisnis ternak dari mulai bibit sampai pakannya. Karena itu sebagai peternak sangatlah perlu mengetahui bagaimana cara menetaskan telornya.
Untuk bisa mempunyai telor yang bisa ditetaskan kita harus punya pejantannya, yang mana pejantan tersebut disatukan dengan induk betina. Komposisi antara jantan dan betina cukup 1 banding 5 saja atau bahkan 1 jantan 6 betina masih memungkinkan untuk mendapatkan telor tetas yang subur. Subur disini pengertianya adalah bisa menetas. Perbandingan ini dalam dunia peternakan juga berpengaruh dalam mengasilkan komposisi antara telor jantan dan telor betina. Dengan komposisi jantan lebih sedikit diharapkan yang akan menetas komposisinya akan lebih banyak betina.
Untuk membedakan telor yang subur akan sulit jika belum dimasukan ke dalam mesin tetas. Telor yang sudah ditetaskan akan bisa terlihat dengan sinar lampu dari bawah. Setelah kira kira 4 hari telor puyuh yang ditetaskan bisa diterawang dengan lampu, telor yang subur atau fertil akan terlihat gelap, sedangkan telor yang tidak subur akan terlihat terang. Untuk melihat dengan sinar yang menembus cangkang telor agak sulit untuk telor burung puyuh karena tertutup oleh corak warna cangkang telor, jadi harus diputar putar ke posisi yang memungkinkan untuk diterawang.
Dibawah adalah gambaran telor yang baru (belum ditetaskan) kalau diterawang akan terlihat terang, ini berbeda dengan telor yang sudah ditetaskan selama 4 hari. Telor yang sudah ditetaskan akan terlihat gelap atau kemerahan karena ada urat darah dari embrio di dalam telor. Kalau masih terlihat terang dicurigai terlor tersebut tidak subur atau kurang subur. Untuk lebih jelasnya memang harus praktek dan menandai sendiri pada telor telor yang sudah diterawang.
Ini adalah telor yang belum ditetaskan akan terlihat terang jika diterawang:
Yang dibawah ini adalah telor yang sudah ditetaskan akan terlihat gelap jika diterawang dengan lampu:
Untuk bisa mempunyai telor yang bisa ditetaskan kita harus punya pejantannya, yang mana pejantan tersebut disatukan dengan induk betina. Komposisi antara jantan dan betina cukup 1 banding 5 saja atau bahkan 1 jantan 6 betina masih memungkinkan untuk mendapatkan telor tetas yang subur. Subur disini pengertianya adalah bisa menetas. Perbandingan ini dalam dunia peternakan juga berpengaruh dalam mengasilkan komposisi antara telor jantan dan telor betina. Dengan komposisi jantan lebih sedikit diharapkan yang akan menetas komposisinya akan lebih banyak betina.
Untuk membedakan telor yang subur akan sulit jika belum dimasukan ke dalam mesin tetas. Telor yang sudah ditetaskan akan bisa terlihat dengan sinar lampu dari bawah. Setelah kira kira 4 hari telor puyuh yang ditetaskan bisa diterawang dengan lampu, telor yang subur atau fertil akan terlihat gelap, sedangkan telor yang tidak subur akan terlihat terang. Untuk melihat dengan sinar yang menembus cangkang telor agak sulit untuk telor burung puyuh karena tertutup oleh corak warna cangkang telor, jadi harus diputar putar ke posisi yang memungkinkan untuk diterawang.
Dibawah adalah gambaran telor yang baru (belum ditetaskan) kalau diterawang akan terlihat terang, ini berbeda dengan telor yang sudah ditetaskan selama 4 hari. Telor yang sudah ditetaskan akan terlihat gelap atau kemerahan karena ada urat darah dari embrio di dalam telor. Kalau masih terlihat terang dicurigai terlor tersebut tidak subur atau kurang subur. Untuk lebih jelasnya memang harus praktek dan menandai sendiri pada telor telor yang sudah diterawang.
Ini adalah telor yang belum ditetaskan akan terlihat terang jika diterawang:
Yang dibawah ini adalah telor yang sudah ditetaskan akan terlihat gelap jika diterawang dengan lampu:
Selasa, 11 Agustus 2015
Telor Puyuh Fresh From Kandang
Memang strategi pemasaran harus di reka reka apalagi saingan yang jualan banyak. Seperti jual telor puyuh juga harus ada sedikit inovasi, walaupun di supermarket juga tersedia, di tukang jualan juga tersedia, tapi sebagai petani yang membudidayakan burung puyuh harus lebih lihay dalam pemasaran telor puyuh. Sehingga harga tidak dimainkan sama pedagang, paling tidak harga bisa stabil tidak dibanting harga karena pedagang gak mau jualan.
Para pedagang memang beli murah tetapi jualnya kan mahal juga. Sebagai petani jangan kehilangan akal juga kan skalanya kecil kita harus bisa jual agak mahal atau sama dengan pedagang. Kita gak mau jual ke Pedangang tetapi mau jual langsung ke Pembeli, atau mengambil pasar langsung ke pemakai supaya harga lebih mahal dan gak tertekan.
Untuk hal itu kita pakai promosi dengan ditulis "JUAL TELOR PUYUH - FRESH FROM KANDANG" nah kan beda sekarang tinggal pilihan pembelinya mau beli yang hampir busuk karena pengirimannya jauh apa mau beli yang fresh. Dengan cara ini maka setiap petani akan punya pangsa pasar sendiri sendiri di sekitar mereka berternak dan tidak tergantung pada tengkulak.
| Telor Puyuh Fresh From Kandang |
Para pedagang memang beli murah tetapi jualnya kan mahal juga. Sebagai petani jangan kehilangan akal juga kan skalanya kecil kita harus bisa jual agak mahal atau sama dengan pedagang. Kita gak mau jual ke Pedangang tetapi mau jual langsung ke Pembeli, atau mengambil pasar langsung ke pemakai supaya harga lebih mahal dan gak tertekan.
Untuk hal itu kita pakai promosi dengan ditulis "JUAL TELOR PUYUH - FRESH FROM KANDANG" nah kan beda sekarang tinggal pilihan pembelinya mau beli yang hampir busuk karena pengirimannya jauh apa mau beli yang fresh. Dengan cara ini maka setiap petani akan punya pangsa pasar sendiri sendiri di sekitar mereka berternak dan tidak tergantung pada tengkulak.
Senin, 27 Juli 2015
Membedakan Puyuh Jantan dan Betina dengan Pasti
Dalam membudidayakan burung puyuh perlu kita bisa membedakan antara jantan dan betina karena banyak faktor. Jaman dulu burung jantan tidak laku dijual praktis tidak berharga dan tidak bisa berproduksi, sehingga hanya menghabiskan makan saja. Sedangkan kebutuhan burung puyuh jantan sebagai pejantan cuma sedikit sedangkan yang muncul jantan prosentasenya 50% jadi harus banyak yang disortir. Sekarang jamannya sudah berubah, rumah makan banyak yang menyediakan menu daging burung sehingga masih ada gunanya, paling tidak bisa dipelihara hingga bisa dikonsumsi.
Burung puyuh jantan perlu disortir, karena jika jumlahya kebanyakan di dalam kandang puyuh, malah membuat para betina menjadi stress karena sering dikejar kejar untuk dikawini, dan efeknya malah jadi jarang bertelur. Ini mungkin karena waktunya banyak buat berlari kesana kemari, sehingga jarang makan. Akibatnya produksi telurnya jadi sedikit. Selain itu telur yang fertil atau dari burung yang dikawini, lebih mudah rusak. Bukan rusak busuk tetapi jika terkena udara hangat akan berkembang atau tumbuh menjadi bakal embrio, akibatnya timbul serat warna merah darah karena sangat cepat membentuk jaringan embrio. Jadi bagaimanapun juga burung puyuh jantan perlu disortir dari kandang burung petelur.
Cara mensortir burung puyuh jantan dan betina dengan pasti ada 4 cara yaitu menggunakan ciri-ciri yang berikut ini:
Burung puyuh jantan perlu disortir, karena jika jumlahya kebanyakan di dalam kandang puyuh, malah membuat para betina menjadi stress karena sering dikejar kejar untuk dikawini, dan efeknya malah jadi jarang bertelur. Ini mungkin karena waktunya banyak buat berlari kesana kemari, sehingga jarang makan. Akibatnya produksi telurnya jadi sedikit. Selain itu telur yang fertil atau dari burung yang dikawini, lebih mudah rusak. Bukan rusak busuk tetapi jika terkena udara hangat akan berkembang atau tumbuh menjadi bakal embrio, akibatnya timbul serat warna merah darah karena sangat cepat membentuk jaringan embrio. Jadi bagaimanapun juga burung puyuh jantan perlu disortir dari kandang burung petelur.
Cara mensortir burung puyuh jantan dan betina dengan pasti ada 4 cara yaitu menggunakan ciri-ciri yang berikut ini:
- Burung Jantan Berkokok, puyuh betina tidak berkokok
- Burung Betina Bertelor, puyuh jantan tidak bertelor
- Burung Jantan dewasa kalau dipencet bagian perutnya keluar air mani, betina tidak keluar, keluar dari tonjolan di sekitar dubur.
- Burung Jantan kalau di potong ada 2 kelenjar testis sebesar jari ada 2 buah, betina tidak ada.
Rabu, 15 Juli 2015
Puyuh Umur 2 Bulan Belum Bertelor
Pada artikel tentang cara memelihara burung puyuh yang lalu sudah diberikan beberapa cara atau syarat syarat memelihara burung puyuh yang seharusnya dilakukan. Dalam tips tersebut mungkin kurang jelas, jadi setelah memelihara burung puyuh dan burungnya juga terlihat sehat tetapi kok tidak sesuai dengan harapan. Burung sudah umur 2 bulan kok belum bertelur.
Selidik punya selidik eh ternyata penerangan sangat mempengaruhi produktifitas dan kecepatan dewasa maupun perkembangan tubuh burung puyuh. Pengalaman saya secara langsung kondisi burung puyuh yang menggunakan penerangan 40 watt misalnya memang jauh lebih rakus makannya, dan setiap kali saya sahur, burungpun sepertinya sudah minta makan. Bareng ama kita makan sahur juga. Ntar jam 8 pagi burung juga sudah lapar lagi, bener bener doyan makan.
Ada 2 kandang yang satu diatas menggunakan penerangan sekedarnya saja tidak terang bener, yang dibawah penerangan full itu juga karena beberapa burung cacat kakinya. Anehnya yang cepet dewasa itu yang menggunakan penerangan full, ditandai dengan burung cepat berkokok, berbeda dengan yang tanpa penerangan full belum ada yang berkokok (puyuh jantan dewasa).
Makanya burung yang penerangannya hanya mengandalkan matahari saja, mereka kurang cepat dewasanya dan cenderung jumlah makannya juga sedikit, sehingga perkembangan tubuhnya lambat, efeknya burung tidak cepat bertelur.
Selidik punya selidik eh ternyata penerangan sangat mempengaruhi produktifitas dan kecepatan dewasa maupun perkembangan tubuh burung puyuh. Pengalaman saya secara langsung kondisi burung puyuh yang menggunakan penerangan 40 watt misalnya memang jauh lebih rakus makannya, dan setiap kali saya sahur, burungpun sepertinya sudah minta makan. Bareng ama kita makan sahur juga. Ntar jam 8 pagi burung juga sudah lapar lagi, bener bener doyan makan.
Ada 2 kandang yang satu diatas menggunakan penerangan sekedarnya saja tidak terang bener, yang dibawah penerangan full itu juga karena beberapa burung cacat kakinya. Anehnya yang cepet dewasa itu yang menggunakan penerangan full, ditandai dengan burung cepat berkokok, berbeda dengan yang tanpa penerangan full belum ada yang berkokok (puyuh jantan dewasa).
Makanya burung yang penerangannya hanya mengandalkan matahari saja, mereka kurang cepat dewasanya dan cenderung jumlah makannya juga sedikit, sehingga perkembangan tubuhnya lambat, efeknya burung tidak cepat bertelur.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
Berkebun
Budidaya Gurame
Budidaya Jamur Merang
Budidaya patin
Budidaya Puyuh
Cara dan Gaya
Free Lance
Gurame Soang
hp murah
Ikan Danau
Ikan Hias
Ikan Lele
jualan online
Kolam Terpal
Laptop Murah
membuat bakso
Membuat Kompos
membuat tahu
Menu Masakan
mobil murah
Model Baju Wanita
obat herbal
pakaian wanita
Pakan Ternak
Pemilu
Pestisida
Pupuk Organik Cair
real count
review produk
sabuk
SEO
setelan blog
Tanaman Hidroponik
Tanaman Organik
tas wanita
Telur Gurame
Tips Beternak Burung Puyuh

